RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Minimnya koleksi buku di perpustakaan daerah (perpusda) di dinas perpustakaan dan kearsipan (dispusip) memengaruhi minta baca masyarakat.
Tak semua yang dicari tersedia. Namun, rencana pengadaan buku kembali diadakan tahun ini. Anggarannya sekitar Rp 60 juta.
‘’Kalau ada pengadaan buku bagus, tapi semoga buku-bukunya novel sejarah atau buku-buku sejarah sebenarnya. Bukan bagus-bagusin pemerintah atau malah menutupi kasus kejahatan pemerintah,’’ ujar Mukaromatun Nisa, pelajar Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro.
Nisa mengaku suka membaca di perpusda. Tapi, karena koleksi minim jadi jarang berkunjung. Seperti buku karya Leila dan Laksmi yang belum tersedia. ‘’Aku akhir-akhir ini baca di perpusda itu buku Eka Kurniawan, Ahmad Thohari. Pernah cari buku Pram (Pramoedya Ananta Toer, red) juga cuma ada satu di katalog dan sudah dipinjam orang lain,’’ katanya.
Dia berharap, koleksi buku semakin ditambah dan bervariasi. Seperti novel sejarah yang bukan untuk memperelok kerja pemerintah, buku soal lokalitas Bojonegoro hingga Nusantara. ‘’Seperti resep masakan lokal, flora fauna, dan adat istiadat. Berharap makin banyak koleksi sih, tapi yang berbobot,’’ sindirnya.
Kepala Dispusip Bojonegoro Erick Firdaus menyampaikan, ada pengadaan buku tahun ini. Dijatah Rp 60 juta. Rinciannya sekitar Rp 20 juta untuk buku fisik dan Rp 40 juta untuk e-book. ‘’Untuk jenis atau genrenya variasi. Fiksi dan nonfiksi juga,’’ katanya.
Sementara itu, lanjut dia, untuk pengadaan rencana dilakukan kisaran Juni-Juli. ‘’Pengadaan sekitar Juni-Juli karena masih menunggu katalog baru dari penerbit-penerbit,’’ bebernya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana