RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Penerapan sistem parkir elektronik (e-parkir) di Pasar Sido Makmur Blora mencatatkan hasil yang fantastis. Sejak beralih dari sistem manual ke digital, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir di pasar tersebut melonjak hingga 800 persen. Hal itu sekaligus melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora Kiswoyo mengatakan penerimaan parkir di Pasar Sido Makmur hanya berkisar di angka Rp 1,1 juta per hari atau sekitar Rp 33 juta per bulan.
Namun, setelah sistem e-parkir diterapkan, pendapatan rata-rata melonjak drastis menjadi Rp 10 juta per hari atau mencapai Rp 300 juta per bulan. ‘’Ada kenaikan sebesar 800 persen. Capaian ini sudah melampaui target awal yang kami tetapkan di angka Rp 7 juta hingga Rp 8 juta per hari,’’ ungkap Kiswoyo.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, pendapatan sebelum e-parkir di bulan Januari - Juni 2025 per hari Rp 1,1 juta. Sehingga selama 6 bulan menghasilkan Rp 200 juta lebih. Sedangkan total pendapatan parkir di Sidomakmur Tahun 2025 mencapai Rp 1.962.658.000.
‘’Proyeksi kami di 2026, akan ada PAD yang masuk sejumlah Rp 3,65 miliar dari e-parkir pada Sidomakmur,’’ tandasnya.
Menurutnya, transisi ke sistem digital ini bukan tanpa alasan. Selain menjalankan amanat Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), langkah ini diambil untuk mengatasi masalah klasik parkir manual.
Sebelumnya, pengelolaan parkir di Pasar Sido Makmur dinilai belum optimal. Masalah yang sering muncul antara lain jumlah juru parkir yang tidak terdata jelas, penataan kendaraan yang semrawut, hingga keluhan pengunjung yang kerap ditarik biaya parkir berkali-kali dalam satu kali kunjungan.
Dengan sistem e-parkir, menurut Kiswoyo, seluruh data kendaraan yang keluar-masuk terpantau secara real-time melalui dashboard online. Dana yang masuk pun langsung disetor secara bruto ke kas daerah, sehingga meminimalisir risiko pungutan liar (pungli) atau kebocoran anggaran.
Penerapan e-parkir ini juga menjadi salah satu indikator perwujudan visi Kabupaten Blora sebagai Smart City. Meski sempat menemui kendala teknis seperti pemadaman listrik dan antrean panjang, dinas terkait telah menyiapkan langkah antisipasi.
‘’Kami sudah siapkan genset untuk kendala listrik dan menambah jumlah pintu keluar untuk mengurai antrean. Bahkan tahun ini, akan ditambah pintu khusus kendaraan roda dua dengan sistem cashless (non-tunai) mandiri,’’ tambahnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana