RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Jumlah lowongan kerja (loker) di Kabupaten Bojonegoro menunjukkan tren menurun dalam lima tahun terakhir. Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Mochlasin Afan, menilai penurunan jumlah loker harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Apalagi, menurutnya, kapasitas anggaran daerah tergolong besar.
“Kalau memang tahun 2025 terendah dari lima tahun terakhir, seharusnya dengan ketersediaan anggaran bisa menciptakan lapangan kerja yang besar,” tegasnya kemarin (23/1). Afan menyebut, meski selama ini Dinperinaker berperan sebagai pihak ketiga dalam penyediaan informasi lowongan kerja, pemerintah daerah tidak bisa hanya bergantung pada perusahaan swasta.
“Meski Dinperinaker merupakan pihak ketiga dari loker tersebut, namun tidak perlu menunggu perusahaan,” ujarnya. Ia mendorong agar pemerintah daerah lebih aktif melakukan intervensi langsung melalui program-program penciptaan lapangan kerja.
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya menambah jumlah loker, tetapi juga berdampak langsung pada penurunan angka pengangguran. “Tidak hanya loker yang bertambah, namun tingkat pengangguran bisa dikurangi signifikan. Sejalan dengan nafas pengentasan kemiskinan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Afan menegaskan, bahwa penanganan pengangguran tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada dunia usaha. Pemerintah, kata dia, harus hadir sebagai aktor utama. “Sehingga, pengangguran di Bojonegoro tidak hanya berharap pada perusahaan yang membuka lapangan kerja, tapi berharap intervensi pemerintah,” pungkasnya. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana