RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Wajah pusat kota bakal berubah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro akan merevitalisasi alun-alun tahun ini. Dengan anggaran mencapai sekitar Rp 28 miliar. Rencananya, revitalisasi Alun-alun Bojonegoro akan mulai dikerjakan pada pertengahan 2026.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan Ferdiansyah membenarkan, adanya rencana revitalisasi Alun-alun Bojonegoro yang akan dilakukan tahun ini. Dengan anggaran Rp 28 miliar.
“Inggih (Revitalisasi Alun-alun Bojonegoro akan dikerjakan di 2026 dengan anggaran Rp 28 miliar),” ujarnya kemarin (21/1).
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Kabupaten Bojonegoro, Satito Hadi menyampaikan, revitalisasi alun-alun dilakukan dengan penataan ulang yang signifikan. Tidak dilakukan dengan pembongkaran total.
Dalam perencanaan, tidak mengubah nilai historis antara Masjid Agung Darussalam, Alun-Alun Bojonegoro, Pendapa Malowopati, dan keberadaan Pasar Kota.
Sehingga, diperlukan penataan yang komprehensif. Disamping itu, fungsi sosial, seperti penataan lahan parkir dan sentralisasi pedagang kaki lima juga diperhatikan.
Termasuk, fungsi ruang terbuka hijau (RTH). Tahun lalu, rencana revitalisasi ikon kota Bojonegoro ini telah melalui tahap masterplan. Untuk pengerjaan fisik, diproyeksikan akan dilakukan di pertengahan 2026 ini.
"Alun-alun adalah wajah kota. Maka fokus kami adalah menjadikannya lebih representatif sebagai ruang publik. Kita akan menata ulang agar lebih ideal bagi pengunjung yang ingin bersantai maupun melakukan aktivitas sosial. Mohon dukungannya," lanjutnya.
Terpisah, Tutik salah satu pengunjung Alun-alun Bojonegoro mengatakan, beberapa kali mengunjungi Alun-alun. Bersama dengan keluarga. Terkadang hanya untuk mampir membeli jajan, setelah perjalanan. Beberapa kali juga untuk jalan-jalan menikmati suasana sekitar.
Menurut perempuan berjilbab dengan kacamata tersebut, kondisi Alun-alun Bojonegoro cukup sejuk untuk istirahat. Di samping itu, banyaknya PKL juga menjadi daya tarik sendiri untuk mencicip aneka jajanan. Namun, sangat disayangkan beberapa fasilitas telah rusak. Seperti, lampu taman yang pecah, lantai trotoar yang terkelupas, hingga tak jarang kamar mandi yang bermasalah. Untuk itu, sebagai masyarakat lokal, ia senang dengan adanya rencana pembangunan Alun-alun Bojonegoro.
“Senang (jika ada revitalisasi alun-alun). Semoga bisa menjadi lebih nyaman, bersih, dan tertata. Sehingga, pengunjung bisa semakin betah untuk menikmati suasana di taman tengah kota ini,” harap ibu satu anak tersebut. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana