RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemkab Blora berencana mengadopsi sistem tata kelola Pemkab Sumedang, Jawa Barat. Khususnya untuk digitalisasi layanan. Cara tersebut dinilai ampuh memperbaiki tata kelola pemerintahan, khususnya penguatan inovasi kinerja ASN.
Bupati Blora, Arief Rohman mengatakan tujuan studi tiru tersebut untuk mencari referensi dan pembelajaran konkrit. Ia akui, nantinya digunakan sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan di Kabupaten Blora.
"Kami ingin memastikan bahwa kebijakan TPP ASN benar-benar menjadi instrumen strategis dalam mendorong kinerja, disiplin, dan profesionalisme aparatur, serta sejalan dengan prinsip akuntabilitas kinerja yang diamanatkan dalam SAKIP," imbuhnya.
Selain itu, pihaknya juga melibatkan Tim Inovasi dari Bapperida serta unsur BUMD Kabupaten Blora, guna mempelajari inovasi-inovasi yang diterapkan di Kabupaten Sumedang, khususnya yang berdampak pada peningkatan PAD.
"Kami berharap, melalui kunjungan kerja ini, terjalin diskusi yang terbuka, konstruktif, dan saling menguatkan, sehingga praktik-praktik baik yang telah diterapkan di Kabupaten Sumedang dapat menjadi inspirasi dan referensi bagi Kabupaten Blora dalam melakukan pembenahan dan pengembangan ke depan," terangnya.
Sementara itu, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menyampaikan, Kabupaten Sumedang secara konsisten memperkuat penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai fondasi utama reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital.
“Kami berdiskusi terkait digitalisasi pemerintahan, pelayanan publik, serta berbagai upaya peningkatan kinerja ASN. Kami juga membahas bagaimana program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih dapat diimplementasikan secara optimal di Kabupaten Sumedang,” ujarnya. (hul/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana