RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebanyak 33 desa yang mendapat jatah mobil siaga desa tahun ini, dipastikan pagu anggarannya tersisa. Sehingga, wajib dikembalikan ke kas negara.
Berdasarkan hasil lelang mobil siaga desa di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro Kota pada 1 Desember, disepakati harga Rp 251 juta, dari pagu Rp 334 juta per unit. Sehingga, masih tersisa Rp 83 juta.
Menurut Kepala Desa Campurejo Edi Sampurno, jenis kendaraan yang disepakati dalam proses lelang jenis Daihatsu Luxio.
“Untuk jenis mobilnya Daihatsu Luxio X 1.5 tahun 2025 dengan harga sekitar Rp 251,1 juta,” katanya.
Sementara itu, Desa Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem, proses lelang berjalan pada Kamis (4/12). Kepala Desa Kepohkidul Samudi menyampaikan, bahwa tim pelaksana telah menyelesaikan evaluasi serta negosiasi. “Sudah, lelang pengadaan mobil siaga,” terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto memastikan, bahwa proses lelang semua desa telah berjalan. Ia menargetkan seluruh rangkaian dapat rampung dalam pertengahan bulan ini. “Hampir seluruhnya sudah selesai,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa usai lelang tuntas, setiap desa menerima Rp 334 juta yang kemudian langsung ditransfer kepada pemenang lelang sesuai harga. “Anggarannya sudah masuk ke rekening desa,” ungkapnya.
Proses pengadaan mobil siaga desa di Kabupaten Bojonegoro rerata telah memasuki tahapan lelang. Tahun ini sebanyak 33 desa menjadi penerima Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) untuk pengadaan kendaraan layanan tersebut, dengan total anggaran sekitar Rp 11 miliar.
Pemkab Bojonegoro menetapkan harga pengadaan mobil siaga tahun 2025 sebesar Rp 334 juta per unit. Dana tersebut telah masuk ke rekening masing-masing desa penerima, dan akan disalurkan kepada pemenang lelang sesuai harga kendaraan. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana