RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Rencana pembangunan batalyon infanteri teritorial pembangunan (Yonif TP) 885 dan brigade infanteri (Brigif) TP 33 di Desa Buntalan, Kecamatan Temayang.
Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro berencana melepas lahannya sekitar 127 hektare (ha).
Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro di lapangan, sudah ada proses pembukaan lahan di lokasi sekitar jalan raya. Juga, dipasang papan pembangunan.
Namun, itu merupakan pembangunan markas komando (mako). Sedangkan, izin pembebasan lahan masih proses pengajuan kementerian pertanahan (kemenhan).
‘’Betul, seluruhnya (pembangunan Yonif TP 33 dan Brigif TP 33) di kawasan hutan. Rencana luas itu 127-an ha,” kata Administratur (Adm) KPH Bojonegoro Slamet Juwanto kemarin (8/12).
Dia melanjutkan, untuk rincian luasnya meliputi 97,31 ha untuk Yonif TP 885 dan 30,42 dialokasikan untuk Brigif TP 33.
Namun, untuk perizinan pelepasan kawasan hutan menunggu keputusan Kemenhan. ‘’Masih dalam proses pengajuan kemenhan,” imbuhnya.
Dia menambahkan, terkait turunnya izin sepenuhnya wewenang kemenhan, terkait pembukaan lahan, merupakan pembangunan mako.
‘’Lha, itu (izin) yang tahu pihak kemenhan. Kalau mulai pembangunan itu pembangunan mako,” bebernya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa (Kades) Buntalan, Kecamatan Temayang Sujoko membenarkan, pembangunan dua satuan mliter tersebut berada di wilayahnya.
Namun, seluruh lahan milik perhutani. ‘’Sosialisasi ke warga setempat sudah. Pekerjaan sudah mulai,” katanya.
Sementara itu, dalam laman website kemenhan, yakni menhan.go.id memberitakan saat empat menteri meninjau yonif TP di Bekasi menyebut ada target pembangunan 100 yonif TP selama lima tahun ke depan.
Klaimnya untuk konsep pertahanan yang tidak hanya fokus pada kekuatan militer, tapi juga berbagai sektor seperti pertanian. medis, dan konstruksi sesuai kebutuhan. (yna/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko