RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sebanyak 50 anggota DPRD Bojonegoro rampung menggelar reses masa sidang III di masing-masing daerah pemilihan (dapil). Sesuai jadwal badan musyawarah (bamus) yang diselenggarakan pada 20-22 November.
Kegiatan menyapa para konstituen ini dilakukan para anggota dewan untuk menjaring aspirasi. Berbagai keresahan dan keluhan disampaikan untuk ditindaklanjuti. Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar menggelar reses di halaman rumah pribadinya turut dapil tiga di Desa Pasinan, Kecamatan Baureno. Menghadirkan masyarakat Kecamatan Baureno dan Kanor.
Umar menyampaikan, reses digelar tak hanya menjaring aspirasi masyarakat. Pertama, ia menyampaikan progres pembangunan maupun program pemerintah kabupaten (pemkab). "Kedua, menampung aspirasi dari masyarakat. Harapan kami adanya reses ini lebih mudah bagi masyarakat menyampaikan aspirasi," tuturnya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menerima berbagai aspirasi masyarakat. Dari sektor pertanian hingga pengentasan kemiskinan. Ia mendorong pemkab untuk menuntaskan pekerjaan rumah (PR) tersebut. "Harapannya pertanian jadi lancar. Dan, kami mendorong pemkab mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan," tegasnya.
Dia memaparkan, hal itu dilakukan dengan membuka banyak lapangan kerja; memperhatikan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); serta pemberdayaan masyarakat sesuai potensi desa, daerah, maupun kecamatan.
"Untuk program tidak semata-mata dari atas ke bawah, tapi bawah juga harus diperhatikan. Daerah punya karakteristik berbeda-beda yang harus ditangkap pemkab," terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Bojonegoro Bambang Sutriyono juga menggelar reses di rumahnya turut dapil tiga di Desa Kauman, Kecamatan Baureno. Menghadirkan berbagai konstituen dari sejumlah desa. Dia mengatakan, reses merupakan tugas dan kewajiban anggota DPRD, untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Dalam reses dilakukannya, ia mengatakan, menerima banyak aspirasi. Dari sektor pertanian, pendidikan, hingga keagamaan. Dia berkomitmen akan memperjuangkan hal tersebut. "Disampaikan banyak masukan dari guru non pegawai negeri sipil (Non-PNS) sampai madin agar pemkab lebih memperhatikan," ujarnya.
Juga, lanjut Bambang, salah satu aspirasi tentang pertanian pemkab bersama wakil rakyat harus mencari solusi bersama agar sawah yang jauh dari bengawan tetap bisa lancar dalam melakukan kegiatannya.
"Pertanian ini kan ada tiga hal, bibit, pupuk, dan pengairan. Kalau ketiganya ada petani makmur. Kami akan berjuang bersama soal ini," tegas politikus Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) itu. (*/yna)
Editor : Yuan Edo Ramadhana