RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Alokasi dana desa (ADD) di 14 desa yang tersebar di enam kecamatan di Perubahan Anggaran Pendapatan Daearah (P-APBD) dipastikan dikepras.
Sehingga, berdampak pada penghasilan tetap (siltap) kepala desa beserta perangkatnya.
Sebanyak 14 desa di enam kecamatan meliputi Desa Banjaranyar dan Kadungrejo, Kecamatan Baureno; Desa Sumengko dan Talok, Kecamatan Kalitidu; dan Desa Bondol, Kecamatan Ngambon.
Kemudian, Desa/Kecamatan Sekar dan Desa Semenkidul, Kecamatan Sukosewu. Serta, tujuh desa di Kecamatan Gayam. Meliputi Desa Begadon, Beged, Mojodelik, Brabowan, Katur, Ringintunggal, dan Bonorejo.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Yusnita Liasari menyampaikan, penurunan ADD sejumlah desa di kisaran Rp 30-50 juta. Hanya, satu desa mengalami penurunan signifikan.
Yakni Desa Talok, Kecamatan Kalitidu. Turun lebih dari Rp 200 juta. "Rerata turun tidak banyak, di Rp 30-50 juta," kata Lia, sapaan akrabnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa (Kades) Sumengko, Kecamatan Kalitidu Rudy Setyawan membenarkan, ADD desanya terpangkas di P-APBD. "Iya, benar turun dari dari tahun sebelumnya," katanya.
Dia melanjutkan, penurunan terjadi sekitar Rp 46 juta. Tidak ada pembahasan secara spesifik penyebab pemangkasan. Sebab, hampir satu kecamatan mengalami hal serupa.
Sedangkan, penurunan anggaran itu tidak memengaruhi pelayanan. Hanya, berkurang untuk pembangunan infrastruktur. "Kalau memengaruhi pelayanan sih enggak, cuma berkurang untuk pembangunan," bebernya.
Kades Bonorejo, Kecamatan Gayam Rachmad Aksan mengatakan, terjadi penurunan ADD untuk desanya. Terpangkas sekitar Rp 37 juta dari sebelumnya teranggarkan Rp 1,4 miliar.
"Baru kali ini. Belum tahu alasan pastinya, kemungkinan karena keluar dari ring (migas) itu," ujar dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana