RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Komisi B DPRD Bojonegoro menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses seleksi Direktur Utama (Dirut) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS).
Sehingga, dari enam calon dirut yang akan menjalani seleksi tahap berikutnya bisa terpilih Dirut profesional.
Sehingga, badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD).
Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi mengatakan, seleksi enam orang calon dirut yang lolos ke tahap berikutnya harus berlangsung secara transparan dan akuntabel.
Sehingga, betul-betul mengutamakan profesionalisme. Selain itu, dirut terpilih harus memiliki kompetensi managerial, punya pengalaman bisnis, integritas moral baik, juga memiliki rekam jejak yang baik.
Sally menjelaskan, BUMD PT BBS harus dikelola untuk kepentingan masyarakat Bojonegoro. Fokus pada kepentingan daerah, salah satunya menjadi sumber PAD Bojonegoro.
Selain kontribusi ekonomi dari PAD, juga ke depan membuka peluang usaha baru yang nantinya membuka lapangan kerja baru, dan bisnis modal yang relevan dengan potensi Bojonegoro
Menurut Sally, setelah terpilihnya Dirut, ke depan PT BBS harus memiliki tata kelola yang baik. Terlebih kekosongan direktur sudah lima tahun.
Sehingga. untuk pembuatan rencana bisnis an pelaksanaan kurang maksimal. Setelah terpilihnya Dirut definitif bisa menjalankan organisasi dengan prinsip transparansi, akuntabel, responsibility, dan juga punya good government dalam menjalankan atau mengelola perusahaan.
''Tentunya komisi b senantiasa mengawal proses ini. Sehingga, terpilih direktur yang profesional. Tentunya kami senantiasa mengawal kinerja PT BBS agar berkontribusi pada PAD Bojonegoro di tahun tahun mendatang," jelasnya.
Dia berharap, setelah melewati tahapan seleksi, PT BBS akan memiliki direktur definitif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
Sehingga, bisa berkontribusi dalam peningkatan PAD agar mencapai target. Selain berkontribusi dalam peningkatan PAD, setelah ditetapkannya direktur definitif, keberadaan PT BBS juga diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Bojonegoro.
Salah satunya dengan menciptakan program dan rencana bisnis yang sesuai kebutuhan daerah. Terutama, terkait peluang dalam menggarap proyek minyak dan gas bumi.
“Kekosongan PT BBS sudah lama, sekitar lima tahun,’’ tegas politikus asal Kecamatan Sumberrejo itu.
Berdasar data dihimpun, diketahui, enam calon direktur PT BBS yang lolos seleksi administrasi meliputi Lilik Budi Witoyo, Moh Nur Faqih, Gatot Suharto Hari Muslimin, Jaswadi, Muhammad Ali imron, dan Yenni Dahlia Ekawati.
Selanjutnya, keenam calon tersebut akan mengikuti tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). (ewi/irv/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko