RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tujuh desa di Kecamatan Kota mengajukan bantuan keuangan khusus desa (BKKD) tahun ini. Rerata untuk pembangunan jalan. Sementara itu, anggaran BKKD diproyeksi mencapai Rp 1,6 triliun.
“Untuk tahun ini semua (desa) mengajukan BKKD,” kata Camat Bojonegoro Muchlisin Andi Irawan, Rabu (2/7).
Dia melanjutkan, rerata pengajuan untuk pembangunan jalan. Seluruh desa di Kecamatan Kota mengajukan BKKD di antaranya Desa Campurejo, Desa Mulyoagung, Desa Kauman, Desa Kalirejo, Desa Semanding, Desa Pacul, dan Desa Sukorejo.
“Rata-rata untuk pembangunan jalan,” imbuhnya.
Kepala Desa (Kades) Mulyoagung kecamatan setempat Sawiyono membenarkan pihaknya mengajukan BKKD untuk tahun ini. Namun, terlambat dalam pengusulan proposal.
“Nanti dapat atau tidak di P-APBD (perubahan anggaran pendapatan dan belanja desa). Kalau tidak dapat mungkin di 2026,” bebernya.
Dia menambahkan, pengusulan BKKD untuk melanjutkan pembangunan jalan cor yang sebelumnya mendapat bantuan sekitar 100 meter. Anggaran diajukan sekitar Rp 1,9 miliar dengan volume 990x3,5 meter.
“Ini usulannya 990 meter yang dari PU (dinas pekerjaan umum) dulu sekitar 100 meter dapatnya,” tambah dia.
Terpisah, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto mengatakan, BKKD dianggarkan tahun ini. Total di APBD induk sebesar Rp 1,1 triliun dan rencana ada penambahan sekitar Rp 500 miliar di P-APBD.
“Di induk Rp 1,1 triliun,” jelas pria menjabat Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro itu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana