Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jelang Idul Adha, Penyakit Hewan Ternak Masih Marak: Setengah Tahun, 52 Ekor Ternak Mati di Blora

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 5 Juni 2025 | 21:29 WIB
DISINFEKTAN: Sterilisasi penyemprotan disinfektan ketika pasar hewan di Blora ditutup pada Januari lalu. (M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)
DISINFEKTAN: Sterilisasi penyemprotan disinfektan ketika pasar hewan di Blora ditutup pada Januari lalu. (M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten Blora terus memantau kesehatan hewan ternak, sebab Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta LSD (Lumpy Skin Disease) masih merebak di Blora. Data sejak Januari sampai Juni ini, sudah ada 52 kasus kematian ternak.

Terlebih saat ini sedang persiapan untuk hewan qurban, pemerintah kabupaten Blora melalui Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) terus melakukan pemantauan, pemeriksaan dan pengecekan. Mulai di peternak, pasar, dan di pedagang hewan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DP4 Blora, Rasmiyana menyebut intensitas pemeriksaan, pengecekan, dan pemantauan makin kencang seiring mendekati perayaan Idul Aadha. Guna memastikan semua hewan qurban di Blora bebas dari penyakit.

‘’Kita selalu mewaspadai sapi kurban di peternak, pedagang, pengepul dan di pasar. Karena di Blora masih ditemukan kasus PMK dan LSD," jelasnya.

Menurutnya dari Januari hingga Juni, untuk kasus PMK tercatat ada 731 kasus. Dari jumlah itu ada yang sampai kematian. ‘’Dilaporkan mati 52 ekor," katanya.

Sementara yang terpaksa dipotong karena juga kena PMK ada 5 ekor. Kemudian yang sembuh ada 659. "Sisa kasus sejauh ini masih 15," bebernya.

Sementara untuk kasus LSD, tercatat sejauh ini ada 135 kasus. Beruntung untuk kasus ini tak ada hewan yang sampai mati.

"Jadi mayoritas penyakit-penyakit ini menyerang sapi. Kalau kambing jarang," paparnya.

Untuk itu pihaknya mewanti-wanti pada peternak, pedagang, pengepul agar selalu rutin menjaga kebersihan kandang. Memberi makan dengan teratur, hingga rutin menyemprotkan desinfektan.

"Ini untuk mencegah sebaran virus. Karena bisa menular ke ternak lain," tuturnya. (hul)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#peternak #pasar #LSD #pmk #ternak #peternakan #sapi kurban #dp4 blora #disinfektan #kesehatan #hewan ternak #DP4 #Idul Adha #blora