RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Megaproyek Bendungan Karangnongko sudah memasuki pengerjaan fisik. Namun, pembebasan lahan masih belum tuntas. Target rampung tahun ini.
Menurut Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bojonegoro Sigit Rachmawan Adhi, pembebasan lahan sudah sekitar 90 persen. ‘’Pembebasan lahan sudah sekitar 90 persen,’’ katanya kemarin (17/3).
Dia menyampaikan, sisa sekitar sepuluh persen lahan belum dibebaskan itu mencakup tanah kas desa (TKD) wakaf, tanah perhutani, tanah wakaf, dan beberapa bidang tanah warga serta penggantian tanah sisa.
Terletak di dua desa meliputi Desa Kalangan dan Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo. Target rampung pembebasan lahan tahun ini. Namun, disesuaikan ketersediaan anggaran.
Sedangkan, untuk besaran ganti untung belum bisa dipastikan. ‘’Target selesai inginnya tahun ini. Tapi, tergantung ketersediaan anggaran,’’ tegas Sigit.
Terpisah, Kepala Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo Tri Maryono mengatakan, pencairan ganti untung di daerahnya menyisakan dua bidang.
Kemungkinan pencairan di Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2025. Besarannya sekitar Rp 2 miliar. ‘’Tidak bisa regular. Kemungkinan cair di P-APBD nanti,’’ jelas dia.
Kades Kalangan, Kecamatan Margomulyo Kasmani menambahkan, masih beberapa lahan di daerahnya belum appraisal (penilaian untuk nilai ganti untung).
Di antaranya TKD, kolam ikan di lahan TKD, tanaman, pompa air, dan tanah warga Kabupaten Ngawi yang terletak di desa setempat. ‘’Belum di-appraisal,’’ katanya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana