BLORA, Radar Bojonegoro - Beauty contest atau pemilihan lembaga yang bakal jadi mitra pinjaman daerah diperkirakan bakal dimulai usai pelantikan Bupati. Saat ini, pemkab telah menyusun indikator yang bakal menjadi pijakan menentukan pemenang.
Rencananya, dana pinjaman sekitar Rp 215 miliar tersebut untuk pembangunan infrastruktur jalan. Sebab, Blora terkena dampak efisiensi dari pusat.
Sekretaris Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora Susi Widyorini mengungkapkan, agenda pinjaman daerah masih terus berproses. Saat ini pemkab telah bekerjasama dengan Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP) untuk membantu dalam proses pinjaman tersebut. Pemkab bakal mulai eksekusi rencana tersebut usai pelantikan Bupati.
“Kemarin baru menuju KJPP untuk pendampingan beauty contest. nanti eksekusinya stelah pelantikan bupati,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, untuk menyongsong itu, pemkab juga telah melakukan rapat menentukan indikator-indikator layak tidaknya instansi atau lembaga bank maupun non bank yang bakal bersepakat untuk pinjaman daerah. Itu penting untuk memastikan kerjasama dengan nilai ratusan miliar tersebut.
“Beberapa kali rapat indikator penilaian, nanti yang ikut bisa dari lembaga keuangan perbankan atau bukan bang,” jelasnya.
Widyorini mengatakan, ada instansi perbankan dan non bank yang sudah menjajaki pinjaman daerah. Dengan datang ke Kabupaten Blora. Namun, pihaknya memastikan, kesepakatan kerjasama menunggu beauty contest diselenggarakan.
“Bank Jateng biasanya RKUD-nya di Blora, untuk PT SMI mulai penjajakan data dokumen. Setiap lembaga punya standar masing-masing,” tuturnya.
Pihaknya telah memperkirakan, jika pinjaman daerah yang direncanakan di kisaran Rp 215 Miliar, pemkab bakal mampu mengembalikan dalam kurun periode 3 tahun. Misalnya jadi di 2025 dilaksanakan, pembayaran mulai di tahun 2028 selesai,” katanya. (luk/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana