BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pendistribusian sebanyak 760.071 surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) pajak bumi bangunan (PBB) perdesaan dan perkotaan (P2) mulai dilaksanakan. Tepatnya, mulai Senin (10/2) dan ditarget selesai pada sekitar Senin (24/2).
Dari jumlah SPPT untuk seluruh kecamatan di Bojonegoro tersebut, total penerimaan PBB P2 sekitar Rp 49,2 miliar pada 2025. Berdasar data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, SPPT terbanyak di Kecamatan Kedungadem sebanyak 56.866 SPPT dengan total PBB P2 yang diterima Rp 2 miliar.
Selanjutnya, sebanyak 49.148 SPPT di Kecamatan Dander dengan nilai Rp 3,1 miliar. Kemudian, 48.042 SPPT di Kecamatan Baureno dengan total nilai Rp 3,4 miliar.
Kepala Bidang (Kabid) Pajak Daerah 2 Bapenda Bojonegoro Hendri Eko mengatakan, percetakan SPPT sudah dimulai sejak minggu kemarin. Sehingga, sudah ada beberapa kecamatan yang sudah selesai dan telah didistribusikan mulai Senin (10/2). Tepatnya, setelah di-launching pada hari yang sama, yakni Senin (10/2).
’’Jadi, di-launching dan langsung didistribusikan untuk kecamatan yang sudah selesai,” ujarnya. Menurutnya, meski belum menerima SPPT, tapi wajib pajak (WP) sudah bisa membayar melalui beberapa kanal pembayaran yang sudah disiapkan. Sehingga, tidak perlu menunggu SPPT. Di samping itu, pencetakan SPPT terus dilakukan pengebutan.
Mengingat, target selesai untuk pencetakan sekitar dua minggu setelah launching, tepatnya sekitar Senin (24/2). Begitu SPPT selesai cetak, langsung akan didistribusikan ke setiap kecamatan. Setelah SPPT sampai di kecamatan, rerata pihak kecamatan juga akan langsung mendistribusikan ke desa-desa.
’’Kalau untuk pendistribusian dari desa ke WP, itu ada seninya masing-masing. Kadang menunggu panen atau momen tertentu. Itu teknis pada masing-masing desa. Karena desa yang lebih paham tentang kondisi masyarakat,” pungkasnya. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana