Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bapenda Bojonegoro: Kenaikan ADD 2025 Dipengaruhi Harga Minyak

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 26 Desember 2024 | 20:00 WIB
DONGKRAK EKONOMI: Lapangan minyak dan gas (migas) di Banyuurip Blok Cepu masih produksi. Dana bagi hasil dari migas mendongkrak APBD hingga kenaikan ADD. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
DONGKRAK EKONOMI: Lapangan minyak dan gas (migas) di Banyuurip Blok Cepu masih produksi. Dana bagi hasil dari migas mendongkrak APBD hingga kenaikan ADD. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

 

MENINGKATNYA alokasi dana desa (ADD) di Bojonegoro sekitar Rp 790 juta di 2025 dibanding 2024, dipicu  kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).

Berdasar data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro, prognosa ADD 2025 sebesar Rp 439,5 miliar. Besaran tersebut mengalami kenaikan dibanding ADD 2024 yang sekitar Rp 438,7 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Perimbangan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lainnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Achmad Suryadi mengatakan, ADD 2025 di Bojonegoro mengalami kenaikan karena disebabkan oleh lifting minyak bumi dan ICP. Meski lifting tetap, namun kondisi ICP baik.

‘’ADD 2025 mengalami kenaikan karena disebabkan lifting, harga ICP naik. Total lifting tetap, produksinya tetap segitu. Tapi, ICP baik disebabkan naiknya harga minyak,’’ ujarnya Selasa (24/12) di ruangannya.

Menurut Suryadi, ADD di Bojonegoro selalu mengalami kenaikan sejak 2022 lalu. Yakni, sebesar Rp 298 miliar pada 2022. Naik menjadi Rp 403 pada 2023. Kemudian, naik sebesar Rp 438 miliar pada 2024. Dan, kembali mengalami kenaikan pada 2025 nanti sebesar Rp 439 miliar.

‘’Tahun depan naik lagi menjadi Rp 439 miliar atau naik sekitar Rp 790 juta,’’ paparnya.

Berdasar laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, harga minyak mentah Indonesia (ICP) kembali mengalami penurunan pada bulan November 2024 menyentuh level USD71,83 per barel.

Angka ini menunjukkan penurunan sebesar USD1,70 dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan harga minyak dunia yang menjadi faktor utama di balik penurunan ini turut memicu kekhawatiran akan potensi dampaknya terhadap perekonomian nasional.

Penetapan ICP November 2024 sebesar USD 71,83 per barel tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 373.K/MG.03/DJM/2024 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan November 2024 tanggal 10 Desember 2024.

ICP November 2024 menjadi yang terendah tahun ini. Pada Januari 2024, ICP sebesar 77 dollar AS per barel. Kemudian naik mencapai 87 dollar AS per barel pada ICP April 2024. ICP Juli 2024 sebesar 82 dollar AS per barel. Selanjutnya, menurun hingga menjadi 71,83 dollar AS pada November tahun ini. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#alokasi dana desa #Indonesian crude price #bapenda bojonegoro #Lifting #harga minyak dunia #esdm #minyak bumi #harga minyak #minyak mentah #bapenda #icp #ADD #bojonegoro