BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sebanyak 413 warga jadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau kerja di luar negeri. Taiwan menjadi tujuan tertinggi.
Alasannya menyesuaikan jumlah lowongan dan kebutuhan tenaga kerja. Sementara itu, PMI terbanyak berasal dari Kecamatan Kedungadem dan Dander. ‘’PMI berasal dari hampir seluruh kecamatan,” ucap Kepala Seksi (Kasi) Penempatan Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro Agoestin Faridijani, Rabu (18/12).
Berdasar data Dinperinaker, tercatat sebanyak 413 PMI. Tersebar di 13 negara meliputi Singapura, Hongkong, Malaysia, Brunei Darussalam, Taiwan, Turki, Korea Selatan, Saudi Arabia, Papua New Guinea ata Papua Nugini, Polandia, Qatar, Italia, dan Dominika. Tujuan tertinggi yakni Taiwan sebanyak 206 PMI. Rinciannya 130 PMI laki-laki dan 76 PMI perempuan. Kemudian, Hongkong sejumlah 91 PMI perempuan.
Menurut Ida sapaan akrabnya, rerata negara tujuan PMI menyediakan lowongan dan kebutuhan tenaga kerja yang sesuai kualifikasi dan keinginan calon PMI atau CPMI. ‘’Jadi, PMI yang ingin bekerja ke luar negeri pasti sudah berkoordinasi dengan P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia) yang memberangkatkan. Seperti pekerjaan dan negara tujuannya,” jelasnya.
Dia melanjutkan, PMI terbanyak dari Kecamatan kedungadem dan Dander. Rinciannya Kecamatan Kedungadem sebanyak 79 PMI dan Kecamatan Dander sejumlah 71 PMI. Dia mengimbau, calon PMI atau CPMI mengurus persyaratan sesuai prosedur atau legal melalui disperinaker. Sebab, kemungkinan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) masih terjadi dengan angka tinggi. ‘’Terkait TPPO kemungkinan masih ada hingga tahun ini,” ujarnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana