BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Progres pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tanjungharjo, Kecamatan Kapas masih 49 persen. Padahal, ditarget beroperasi tahun ini.
Komisi C DPRD Bojonegoro mendesak evaluasi pembangunan infrastruktur di lingkup dinas kesehatan (dinkes). ‘’Kami pesimis bisa selesai 100 persen di akhir kontrak,’’ ujar Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto kemarin (2/12).
Pri melanjutkan, Komisi C DPRD Bojonegoro inspeksi mendadak (sidak) di Puskesmas Tanjungharjo, Kecamatan Kapas kemarin. Temuannya, progres pembangunan masih 49 persen. Padahal, 22 Desember masa akhir kontrak berlangsung. ‘’22 Desember kontrak berakhir,’’ terangnya.
Dia menegaskan, pembangunan Puskesmas Tanjungharjo, Kecamatan Kapas itu sempat putus kontrak pembangunan pada 2023. Sehingga, hal itu tidak ingin terjadi kembali. ‘’(Pembangunan) Direncanakan 2022. Sempat putus kontrak dan kita tidak ingin itu terjadi lagi di 2024,’’ ujarnya.
Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu menyampaikan, berdasar hasil sidak muncul beberapa rekomendasi di laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) dan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (LPJ APBD) 2024. Di antaranya harus ada evaluasi pembangunan sarana prasarana (sarpras) dan infrastruktur di lingkup dinkes hingga pengerjaan fisik diambil alih oleh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
‘’Agar dinkes lebih fokus soal pelayanan kesehatan,’’ tegasnya. Sekretaris Komisi C, Maftukhan, mengungkapkan pentingnya percepatan pembangunan agar fasilitas kesehatan ini dapat segera digunakan. “Kami sangat prihatin dengan progres pembangunan yang baru mencapai 49 persen. Harus ada langkah konkret untuk meningkatkan efisiensi tenaga kerja dan mengoptimalkan manajemen waktu. Kami tidak ingin keterlambatan ini berlarut-larut,” ujar Maftukhan.
Berdasar Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Bojonegoro, lelang pembangunan Puskesmas Tanjungharjo, Kecamatan Kapas Tahap II dimulai pada 1 Juli. Anggarannya Rp 3 miliar. Diikuti 131 peserta. Pemenangnya yakni CV Alankar dari Lamongan dengan harga terkoreksi Rp 2,6 miliar.
Sementara itu, Kepala Dinkes Bojonegoro Ani Pujiningrum belum bisa dikonfirmasi hingga pukul 17.35 kemarin. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana