BLORA, Radar Bojonegoro – Pemandangan tak sedap diperlihatkan dua anggota DPRD Blora saat rapat paripurna, Kamis (17/10). Tepatnya, saat momen pengucapan sumpah janji pimpinan DPRD Blora periode 2024-2029.
Dalam pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, saat masa khidmat pengucapan sumpah di Aula DPRD Blora itu justru kedua politisi senior itu malah cek-cok atau adu mulut. Bahkan, hampir baku pukul.
Keduanya adalah H. Suyono anggota DPRD Blora dari Partai Perindo dan anggota DPRD dari Hanura, Warsit. H. Suyono atau yang kerap disapa Kaji Yon tiba-tiba berdiri dan berteriak lantang saat momen pengucapan sumpah pimpinan DPRD.
Kaji Yon yang duduk di barisan depan pun menghampiri tempat duduk Warsit di barisan belakang. Ketika Kaji Yon mendekati Warsit, beberapa orang kemudian meredakan suasana. Mirisnya, usai dilerai, kejadian begitu terulang pada beberapa menit berikutnya.
Serupa, Kaji Yon berdiri sambil mengucapkan bahwa ia tak terima, karena merasa dihina. Dan, hendak menantang Warsit. Untungnya, kedua paro baya itu tak sampai mengarah pada baku pukul.
Karena berhasil diredam sejumlah anggota DPRD lainnya yang berada di dekatnya. Sehingga, acara pengambilan sumpah pimpinan DPRD Blora bisa dilanjutkan dan berlangsung lancar sampai selesai.
Menyikapi kejadian tersebut, salah satu anggota LSM Masyarakat Pengawas Keuangan Negara (MPKN) Gus Fuad Musofa turut prihatin. Lantaran aksi keduanya merupakan contoh tidak baik.
’’Sangat memalukan dan sama sekali tidak berkelas. Masak anggota dewan yang terhormat berkelahi urusan remeh,” ujarnya. Gus Fuad menambahkan, perilaku seperti itu menurutnya tidak etis dan tidak sewajarnya ditunjukkan para wakil rakyat.
’’Prilaku begitu (seharusnya) dihilangkan dan diganti dengan debat ide dan gagasan untuk kepentingan rakyat,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro, Kamis sore (17/10). Menurutnya, masyarakat Blora justru menanti para wakilnya itu bisa berbuat banyak untuk kemaslahatan umat.
Debat dan adu gagasan tak apa selama itu untuk memikirkan kesejahteraan rakyat. Bukan urusan pribadi. ’’Rakyat berharap para wakil rakyat yang baru itu boleh gegeran tapi berkelas. Misal gegeran bahas peningkatan PAD (pendapatan asli daerah) dari migas, atau gelut rembukan skenario bangun kawasan industri agar banyak pabrik berdiri di Blora. Nek ngunu rapopo,” tuturnya.
Perlu diketahui, susunan pimpinan DPRD Blora periode 2024-2029 yang telah dilantik dan mengucapkan sumpah jabatan terdiri atas Ketua DPRD Mustopa dari PKB; Wakil Ketua DPRD I H. M. Dasum dari PDIP; Wakil Ketua DPRD II Siswanto, dari Partai Golkar; dan Wakil Ketua DPRD III Lanova Candra Tirtaka dari Partai Gerindra. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana