PEMBAHASAN tata tertib (tatib) DPRD masih alot. Ada empat hingga lima isu bakal dibahas. Namun, kepastian masih menunggu masa orientasi DPRD pada 10-13 September.
‘’Dari paripurna sebelumnya dibahas apakah menggunakan tatib 2019 atau baru. Kemudian, dibentuk pansus maka disepakati ada perubahan,’’ kata anggota DPRD Bojonegoro Mochalasin Afan Selasa (3/9).
Politikus Partai Demokrat itu melanjutkan, pembahasan tatib dijadwalkan 3-17 September. Pelaksanaan perdananya kemarin siang dihadiri sekitar 12 anggota. ‘’Karena peraturan untuk pansus itu 15 anggota, maka sudah kuorum,’’ imbuhnya.
Dia menyampaikan, rapat pansus membahas inventarisir isu atau klausul yang akan diubah dalam tatib. Setidaknya, ada empat sampai lima klausul. Seperti pembahasan anggaran baik anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) hingga kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS).
Serta, pelibatan dewan dalam rencana kerja perangkat daerah (RKPD). ‘’Juga, perihal pergeseran jadwal yang sebelumnya di tatib tidak muncul. Rawan konflik kepentingan,’’ ujar Afan sapaan akrabnya.
Dia menyampaikan, pembahasan masih panjang. Dijadwalkan kembali pada Jumat (6/9) dan menunggu orientasi pada 10-13 September mendatang. Rencana penetapan dan paripurna dilaksanakan setelah orientasi.
‘’Akan dipelajari lebih dalam di orientasi. Barangkali ada perubahan kebijakan perihal tatib. Setelah dari sana (orientasi) bakal dirumuskan draft tatibnya,’’ beber politikus yang sebelumnya menjabat Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro itu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana