Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pemkab Bojonegoro Bakal Bangun 1.766 Unit Sanitasi, Total Pagu Anggaran Rp 36 Miliar

Hakam Alghivari • Rabu, 17 Juli 2024 | 19:38 WIB
SANITASI: Sanitasi berdiri di halaman rumah warga, per unit rerata Rp 18 juta. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)
SANITASI: Sanitasi berdiri di halaman rumah warga, per unit rerata Rp 18 juta. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)

 

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pemkab Bojonegoro tahun ini akan membangun sanitasi sebanyak 1.766 unit. Dengan total anggaran sekitar Rp 36 miliar.

Proyek yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2024 itu, per unit dianggarkan skeitar Rp 18 juta. Program ini menyasar di seluruh kecamatan di Bojonegoro. Khususnya, rumah warga daerah stunting.

Kepala Bidang (Kabid) Peasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro Iwan Maulana mengatakan, pengerjaan pembangunan sanitasi tahun ini sudah mulai berjalan sejak Juni 2024. Terdapat 1.766 titik dengan total anggaran sekitar Rp 36 miliar.

‘’Progres sanitasi aman, Juni sudah mulai pengerjaan. Dilakukan dengan penunjukan langsung,’’ ujarnya.

Iwan sapaan akrabnya melanjutkan, pembangunan sanitasi tahun ini tersebar di seluruh kecamatan di Bojonegoro. Untuk luas dan bangunan unit sanitasi sama seperti tahun sebelumnya. Dengan anggaran Rp 18 juta per unit sekitar dari APBD induk.

Jumlah titik sanitasi tahun ini kemungkinan dapat bertambah, apabila dianggarkan di perubahan APBD (P APBD) 2024 nanti.

‘’Total 1.766 titik sanitasi tahun ini ada kemungkinan bertambah. Apabila dianggarkan di P-APBD,’’ tuturnya.

Dasimah penerima program sanitasi asal Desa Jono, Kecamatan Temayang mengatakan, menerima bantuan program sanitasi yang dibangun tepat di belakang rumahnya. Sengaja memilih lokasi bangunan sanitasi di luar rumah karena memang masih ada lahan kosong.

Sebelumnya, perempuan 58 tahun tersebut melakukan aktivitas mandi, cuci, kakus (MCK) sehari-hari di sungai. Baik ketika pagi, siang, ataupun malam hari. Meski cukup khawatir ketika MCK malam hari di sungai, namun keadaan memaksanya untuk melawan kekhawatiran tersebut.

‘’Alhamdulillah, sekarang sudah tidak perlu ke sungai untuk mandi dan buang air. Jadi, tidak takut dan khawatir lagi,’’ katanya. (ewi/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#Jono #kecamatan #Desa #warga #daerah #psu #Anggaran #pemkap #pembangunan #temayang #belanja #bojonegoro #Proyek #bangunan #Kepala Bidang