BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Jawa Timur (Jatim) mendorong adanya percepatan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Bojonegoro. Melihat penyerapan APBD Bojonegoro yang baru mencapai 13,68 persen pada sekitar empat bulan pertama ini.
Berdasar data dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, penyerapan APBD baru mencapai 13,68 persen dari total Rp 8,7 triliun sampai dengan 29 April 2024. Koordinator Fitra Jatim Dakelan mengatakan, perlu adanya percepatan untuk penyerapan anggaran di Bojonegoro.
OPD-OPD harus mempercepat proses pengadaan barang dan jasa, dengan begitu dapat meningkatkan serapan anggaran. ’’Penjabat (Pj) Bupati menetapkan target serapan anggaran daerah masing-masing OPD di tengah tahun dan akhir tahun. Sebagai salah satu ukuran kerja OPD,” ujarnya.
Terkait target penyerapan di atas 90 persen yang dipatok Pj Bupati Bojonegoro tahun ini, Dakelan menyampaikan, untuk mencapai target tersebut perlu adanya sistem monitoring yang kuat. Guna memastikan OPD-OPD agar segera mempercepat serapan anggaran. ’’Segera mengakselerasi serapan anggaran, terutama mempercepat pengadaan barang dan jasa,” tuturnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro Satito Hadi mengatakan, di DPKPCK sendiri untuk tahap perencanaan sudah selesai. Kemudian, sudah memasuki proses pengadaan dan pelelangan. ’’Akhir April sudah menginjak proses pengadaan dan pelelangan,” ujarnya. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana