BLORA, Radar Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menggelontorkan hibah sekitar Rp 13 miliar untuk pembangunan gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Blora. Pembangunan hibah kedua gedung aparat penegak hukum (APH) itu bakal mulai kontrak pada Mei hingga November.
Kepala Bidang (Kabid) Bangunan Gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Mohamad Arif Hidayat mengatakan, pembangunan gedung tersebut bakal dimulai Mei. Dan, berakhir di bulan November.
’’Insyaallah sudah selesai di November. Pembangunannya serentak,” terangnya. Diketahui, anggaran yang diperlukan untuk membangun gedung Kejari Blora sekitar Rp 7,38 miliar. Sedangkan, gedung dalmas Polres Blora sekitar Rp 5,8 miliar.
’’Jadi, totalannya sekitar Rp 13 miliar. Untuk gedung kejaksaan dua lantai, sedangkan polres tiga lantai,” ucapnya. Ia menyebut, semua lahan yang digunakan adalah aset pemkab. ’’Semua aset pemkab kami hibahkan. Untuk kejari luasnya sekitar 8.300 meter persegi. Sedangkan, polres sekitar 50x50 meter persegi selaras dengan gedung di depannya,” jelasnya.
’’Rencana berkontrak dan dieksekusi bersama. Rampungnya insyaallah juga November nanti. Ini jadi program terbesar tahun ini,” imbuhnya. Walau disebut mega proyek, Arif akui masih kekurangan anggaran untuk membangun gedung kejari. ’’Kami fokus lantai satu. Kami penuhi dulu,” tuturnya.
Selanjutnya, ia juga mengatakan, hibah tersebut ialah permintaan kedua APH tersebut. Sebab, menurutnya pembangunan sarana APH selalu dari pusat. Namun, ditengarai tak ada anggaran. ’’Pembangunan ini juga mendorong sinergisitas antar lintas sektor,” ungkapnya.
Perlu diketahui, berdasar data dari layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Blora, pada 2023 juga ada hibah untuk polres dan kejari.
Yakni, penyiapan lahan kantor kejari senilai Rp 2,3 miliar dengan pemenang lelang CV. Adhi Karya Mandiri asal Blora. Dan, pembangunan gedung polres senilai Rp 8,7 miliar dengan pemenang lelang CV. Tehnik Olah Pratama asal Blora. (hul/bgs)
Editor : Hakam Alghivari