BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro selama ini hanya penindakan kebakaran. Sebaliknya, masih minim edukasi kepada masyarakat. Sehingga, sejak 1 Juli hingga kemarin (9/7), tercatat 19 kebakaran.
Penyebabnya meliputi pembakaran sampah daun kering hingga puntung rokok. Damkarmat Bojonegoro meminta masyarakat tidak menyalakan api terbuka tanpa pengawasan hingga menyediakan media pemadaman sederhana, seperti karung goni basah, ember air, hingga pasir di rumah masing-masing. Sehingga meminimalisir terjadinya kebakaran di musim kemarau ini.
Baca Juga: Dindamkarmat Bojonegoro Ingatkan Masyarakat Waspada Potensi Kebakaran di Momen Lebaran
Kepala Dinas Damkarmat Bojonegoro Siswoyo mengatakan, selama Juli sudah terjadi 19 musibah kebakaran. Termasuk kebakaran Rumah tidak berpenghuni di Jalan Dr.sutomo Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro Rabu (8/7) lalu. Kebakaran tersebut terjadi akibat pembakaran sampah daun kering.
‘’Damkarmat memberikan sosialisasi kepada pemilik dan warga setempat, terkait bahaya pembakaran sampah yang menyebabkan korban jiwa maupun harta,cara mencegah kebakaran, penanganan awal kebakaran,” ujarnya.
Siswoyo menjelaskan pemerintah kabupaten (pemkab) Bojonegoro telah mengeluarkan surat imbauan kewaspadaan dan pencegahan bahaya kebakaran dalam rangka menghadapi musim kemarau. Tujuannya untuk meminimalisir terjadinya kebakaran pada musim kemarau.
Baca Juga: Damkar Bojonegoro Tangkap 235 Ular Sepanjang Tiga Bulan Pertama 2026, Didominasi Wilayah Perkotaan
Menurut Siswoyo dalam surat imbauan tersebut dijelaskan musim kemarau di wilayah Kabupaten Bojonegoro mulai memasuki pekan ketiga April. Sedangkan kondisi ekstrim diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.
Dalam rangka mengantisipasi dan meminimalisir risiko kebakaran yang meningkat pada musim kemarau, masyarakat diimbau tidak menyalakan api terbuka tanpa pengawasan yang memadai, termasuk kompor, lilin, dan sumber api lainnya.
Tidak membakar sampah di sekitar permukiman, terutama pada siang hari saat angin bertiup kencang. Hingga menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) atau media pemadaman sederhana, seperti karung goni basah, ember air, pasir di rumah masing-masing. (irv/msu)
Editor : Hakam Alghivari