Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Longsor Sayap Jembatan Kedungsambi Desa Temulus Diduga Akibat Alat Berat Proyek Migas

Achmad Syaeroyzi • Senin, 13 April 2026 | 09:00 WIB
RUSAK: Sayap jembatan Desa Temulus Kecamatan Randublatung yang rusak akibat kendaraan alat berat. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
RUSAK: Sayap jembatan Desa Temulus Kecamatan Randublatung yang rusak akibat kendaraan alat berat. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sayap Jembatan Kedungsambi di Desa Temulus, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, longsor. Kerusakan tersebut diduga kuat dipicu mobilisasi alat berat proyek migas di Desa Mendenrejo yang melintas di jalur tersebut.

Kondisi itu dikeluhkan warga karena berpotensi mengganggu arus lalu lintas penghubung Randublatung–Kradenan. Selain rawan membahayakan pengguna jalan, kerusakan juga dikhawatirkan semakin parah jika tidak segera ditangani.

Salah seorang warga, Handoko, menyebut kerusakan muncul sekitar tiga hari terakhir setelah intensitas mobilisasi alat berat meningkat. "Sebelumnya tidak ada kerusakan. Setelah ada mobilisasi alat berat, sayap jembatan jadi longsor," ujarnya.

Warga berharap kerusakan segera diperbaiki agar akses transportasi tetap aman dan tidak membahayakan. "Kami berharap ada perbaikan secepatnya. Kalau bisa lebih baik dari sebelumnya," tambahnya.

Baca Juga: TPT Sungai Besuki Longsor, Jalan Utama Kedungbondo-Sumuragung Ambles

Sorotan juga datang dari anggota DPRD Blora Fraksi PDI Perjuangan, Mujoko. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak pembangunan maupun proyek strategis nasional. Namun, pelaksanaan di lapangan, khususnya mobilisasi alat berat, harus benar-benar memperhatikan kapasitas infrastruktur yang dilalui.

"Tidak ada penolakan terhadap pembangunan. Tetapi pelaksanaan di lapangan, terutama mobilisasi alat berat, harus diperhatikan agar tidak merusak fasilitas umum," tegasnya.

Menurut Mujoko, informasi di lapangan menyebut mobilisasi alat berat melintasi Jembatan Kedungsambi. Ia juga mempertanyakan peran kontraktor pelaksana dalam memastikan keamanan jalur yang dilalui.

"Yang jadi pertanyaan, siapa kontraktor yang bertanggung jawab? Mereka wajib memastikan proses mobilisasi sesuai aturan, termasuk izin dan kapasitas jalan maupun jembatan," katanya. (ozi/zim)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#longsor #alat berat #randublatung #blora #migas