RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Salah satu titik di bantaran Sungai Lusi mengalami ambles susulan, tepatnya di Desa Kedungjenar, Kecamatan Blora Kota. Imbasnya rumah Sarman rusak.
Namun pemilik rumah enggan direlokasi, meski Pemkab Blora sudah menyediakan tempat baru. Sebab mata pencaharian dekat dari rumahnya tersebut, yang membuat perbaikan dilakukan menggunakan dana swadaya masyarakat.
Lurah Kedungjenar, Kecamatan Blora Kota Suntarsih membenarkan, saat ini ada satu rumah yang terdampak cukup parah. ''Kita gotong-royong bersama masyarakat, jajaran kelurahan untuk bangun rumah Pak Sarman," tuturnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro, kemarin (28/2).
Dia menjelaskan, kejadian tanah ambles di Kelurahan Kedungjenar RT 04/RW 03 sudah terjadi di pertengahan bulan lalu.
''Longsor susulan pada 13 Januari dan saat ini menimpa rumah warga sampai kamar mandi dan dapur ikut terbawa," terang Suntarsih.
Menurut dia, longsoran tersebut sudah pernah mendapat penanganan bronjong dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana pada Tahun 2022. Namun tahun ini titik tersebut kembali ambles.
Lebih lanjut, ia mengatakan, sebelumnya sudah ada bantuan empat rumah oleh Pemkab Blora bagi warga terdampak untuk direlokasi ke wilayah yang aman, namun hanya tiga yang bersedia pindah.
"Tiga kepala keluarga direlokasi di Desa Sendanggayam, Kecamatan Banjarejo," imbuhnya.
Suntarsih menyampaikan alasan satu warga yang menolak direlokasi karena pekerjaan dan keluarga. Namun rumah yang diberikan oleh Pemkab tetap menjadi hak warga tersebut, yang saat ini sudah ditempati salah satu keluarga.
"Pak Sarman kerjanya di Wilayah Blora kota dan salah satu anggota keluarga ada yang keterbelakangan, untuk rumah di Sendanggayam sudah ditempati salah satu anaknya," tutur Suntarsih.
Ia menambahkan, titik tanah ambles susulan sudah diusulkan ke BBWS agar segera ada penanganan darurat atau mitigasi lebih lanjut. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana