RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sepanjang Januari hingga November 2025, angka kecelakaan lalu lintas di sepanjang ruas jalan turut Kabupaten Bojonegoro tercatat masih tinggi.
Data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bojonegoro menyebutkan, terdapat 990 kasus kecelakaan dalam kurun waktu tersebut. Dari jumlah itu, 168 orang meninggal dunia dan 20 lainnya mengalami luka berat.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Bojonegoro AKP Deni Eko Prasetyo menilai, tingginya jumlah korban jiwa harus menjadi alarm bagi seluruh pengguna jalan. “Dalam waktu kurang dari satu tahun, 168 nyawa melayang di jalan raya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara nasional lakalantas merupakan penyebab kematian nomor dua, kondisi ini kian mengkhawatirkan karena 72 persen kecelakaan melibatkan kendaraan roda dua.
"Ini bukan sekadar angka, tetapi kehilangan yang sangat besar bagi keluarga dan masyarakat," imbuhnya.
Menurut AKP Deni, mayoritas kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengendara, mulai dari mengabaikan rambu lalu lintas, melaju melebihi batas kecepatan, tidak memakai helm, hingga berkendara dalam kondisi lelah atau mengantuk. “Kami harap angka korban tidak terus bertambah,” pungkasnya. (dan/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko