Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Gunung Semeru Alami Erupsi: Jalur Pendakian Ditutup Sementara, Bisa Jadwal Ulang Tiket Pendakian

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 20 November 2025 | 02:48 WIB
Letusan Gunung Semeru pada Rabu (19/11). (Dok. MAGMA Indonesia)
Letusan Gunung Semeru pada Rabu (19/11). (Dok. MAGMA Indonesia)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Para pecinta alam dan pehobi pendakian gunung yang ingin berkunjung ke Gunung Semeru ada baiknya mengurungkan niat untuk sementara waktu. Seiring erupsi yang terjadi di wilayah tersebut pada Rabu sore (19/11), jalur pendakian Gunung Semeru ditutup sementara waktu.

Selain menutup jalur pendakian, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) juga merekomendasikan agar masyarakat menjauhi puncak gunung hingga radius 8 km, dan sektoral 20 km sepanjang Besuk Kobokan ke arah selatan dan tenggara. Bagi mereka yang terlanjur membeli tiket kegiatan pendakian, jadwal dapat diganti ke lain waktu secara online.

“Kegiatan pendakian Gunung Semeru ditutup sementara sejak pengumuman ini diterbitkan hingga dinyatakan aman. Kami mengimbau seluruh masyarakat dan pengunjung untuk mematuhi zona bahaya,” jelas Kepala BB-TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha dalam surat resmi lembaga tersebut.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BBTN Bromo Tengger Semeru (@bbtnbromotenggersemeru)

Hingga saat ini status Gunung Semeru masih berada di level IV, atau status Awas. Gunung mengalami peningkatan aktivitas sepanjang Rabu, semula berstatus di level II (Waspada), kemudian meningkat menjadi level III (Siaga) pada siang hari dan akhirnya menyentuh level IV pada sore hari.

Menurut petugas pengamat Gunung Semeru, Mukdas Sofian, gunung mengalami erupsi sebanyak empat kali sejak pukul 4 pagi, dengan letusan paling besar terjadi pada pukul 4 sore.

“Tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 2000 m di atas puncak, atau 5676 m di atas permukaan laut,” bunyi laporan Sofian di situs MAGMA Indonesia ESDM.

Secara garis besar, selain puncak gunung, masyarakat juga wajib menghindari Besuk Kobokan untuk menghindari potensi awan panas yang dapat mencapai wilayah tersebut. “Waspada potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” tambah Sofian. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pendakian #pecinta alam #semeru #Besuk Kobokan #taman nasional #Balai Besar #erupsi #pendakian gunung #gunung semeru erupsi #gunung semeru #Gunung