RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Perjalanan menuju rapat di Bojonegoro Kota menjadi yang terakhir bagi Syamsul Yajid, Kepala Sekolah SDN Butoh, Kecamatan Sumberrejo. Ia meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan di Jalan Gajahmada.
Pagi itu, Kamis (17/7), Syamsul Yajid berpamitan dari rumahnya di Desa Pejambon, Kecamatan Sumberejo, dengan niat mulia: menghadiri rapat di Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Sebagai kepala sekolah, rapat semacam itu sudah menjadi rutinitas. Namun siapa sangka, langkah pengabdian tersebut justru menjadi perjalanan terakhirnya.
Sekitar pukul 10.15 di Jalan Gajahmada, turut wilayah Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Syamsul yang mengendarai sepeda motor Honda GL Max nopol S-5291-ABD terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil Honda HRV nopol S-1475-BW yang dikemudikan oleh Syafi’i, 47, warga Desa Pacul.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian Nur Pratama menjelaskan kronologi kejadian tersebut, semula kendaraan mobil Honda HRV yang dikemudikan oleh Syafi’i berjalan dari arah timur ke barat kemudian parkir di TKP.
"Saat yang sama searah di belakangnya berjalan sepeda motor Honda GL Max yang dikendarai oleh Syamsul Yajid. Karena jarak sudah dekat sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas," ungkapnya.
Benturan itu cukup keras. Syamsul mengalami luka serius dan tak lama kemudian dinyatakan meninggal dunia. Kabar duka ini sontak menyelimuti kediaman korban dan dunia pendidikan Bojonegoro.
Kepala Desa Pejambon Abdur Rahman, membenarkan bahwa Syamsul adalah warganya. "Ajenge (hendak) ikut rapat di Bojonegoro Kota," ujarnya lirih. Ia juga menyampaikan bahwa Syamsul meninggalkan dua anak laki-laki yang kini harus tumbuh tanpa sosok ayah yang selama ini menjadi panutan.
Duka juga datang dari kalangan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Kabid Pendidikan Dasar Zamroni, membenarkan bahwa saat kejadian, almarhum dalam perjalanan menuju di Dinas Pendidikan di Kota Bojonegoro. "Saat perjalanan berangkat, belum sempat ikut," imbuhnya.
Kini, kepergiannya yang mendadak menjadi pukulan berat, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi para kolega dan murid-muridnya. (dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari