RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tengah terjadi hujan deras di sepanjang jalur wisata Pacet dan Cangar, Mojokerto, terjadi longsor pada Kamis siang (3/4). Jalur yang menghubungkan Mojokerto dengan Batu tersebut mengalami longsor dan membawa korban jiwa. UPT Tahura menutup akses menuju destinasi wisata sepanjang jalur tersebut.
BPBD Jatim melaporkan ada beberapa kendaraan dan masyarakat terdampak dari insiden longsor tersebut. Setidaknya terdapat sebuah sepeda motor, sebuah minibus dan satu pick up yang terseret dan tertimbun tanah longsor.
Selain itu terdapat seorang korban yang tertimbun, dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh tim gabungan SAR.
“Kemungkinan korban masih dapat bertambah,” ujar Kanit Turjawali Polres Batu, Ipda Gema Indra kepada awak media setempat.
Cuaca tidak kunjung membaik hingga sore hari di lokasi kejadian, sehingga proses evakuasi akan dilanjutkan pada Jumat pagi.
“Kami akan menurunkan 150 personel, lanjut besok pukul 7 pagi. Kami juga akan menambah peralatan untuk evakuasi,” ujar Kalaksa BPBD Mojokerto, Yo’ie Afrida Soesetyo Djati.
Berhubung jalur Pacet-Cangar tertutup total akibat longsor, Polres Batu mengalihkan arus lalu lintas untuk memutar lokasi.
“Pengalihan arus akan dilakukan melalui Pandanrejo ke Karangploso, untuk yang sudah terlanjur di area lokasi sudah kami arahkan putar balik menuju simpang tiga Bendo,” jelas Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim.
Tentu, tertutupnya akses jalan tersebut serta keadaan alam pasca bencana juga berimbas pada destinasi wisata yang berada di sepanjang rute wisata tersebut, seperti Pemandian Air Panas Cangar dan berbagai air terjun yang ada. Sehingga seluruh destinasi wisata tersebut ditutup sementara, dengan waktu pembukaan kembali belum ditentukan.
“Sehubungan dengan adanya cuaca ekstrim, hujan deras dan potensi longsor di sepanjang Jalan Raya Pacet-Cangar, untuk sementara waktu objek wisata ditutup sampai waktu yang belum ditentukan,” jelas Kepala UPT Taman Hutan Raya Raden Soerjo, Ahmad Wahyudi dalam keterangan resmi. (edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana