BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Banjir di penghujung Februari ini kembali menelan korban. Tepatnya di Kecamatan Baureno, dan Kecamatan Margomulyo.
Korban di Kecamatan Baureno bocah 9 tahun, tenggelam di genangan berjarak sekitar 150 meter dari tempat tinggalnya kemarin (27/2).
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Heru Wicaksi, korban tenggelam berinisial MA itu masih berusia 9 tahun, di Desa Kalisari, Kecamatan Baureno.
Korban tenggelam saat bermain air di area persawahan yang terjadi banjir luapan Sungai Bengawan Solo. ‘’Tenggelam saat bermain, dan teman-temannya berusaha meminta tolong kepada warga sekitar,” terangnya.
Berdasarkan data BPBD Bojonegoro, korban akhirnya ditemukan warga yang melakukan pencarian, namun sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia.
Menurut Heru, lokasi genangan yang dipakai bermain air itu berjarak sekitar 150 meter dari rumah korban. “Jasad korban kemudian langsung dimakamkan,” imbuhnya.
Terpisah, kejadian warga tenggelam juga terjadi di Kecamatan Margomulyo. Seorang warga bernama Jamiran, 49, warga Desa/Kecamatan Margomulyo, tenggelam setelah berusaha menyeberangi Kali Gede di Dusun Jepang, Desa Margomulyo pada Rabu (26/2) sekitar pukul 7.00. Namun, hingga kemarin sore pukul 16.00 pencarian masih berlangsung.
‘’Pencarian hari ini (kemarin) belum ditemukan, akan dilanjutkan besok,” ungkap Kepala Desa/Kecamatan Margomulyo Nuryanto kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Menurutnya, warga yang berprofesi sebagai petani itu, hendak pergi ke sawah yang berada di seberang sungai.
‘’Kalau pas kejadian itu menyeberangi Kali Jepang sendiri, karena letak sawahnya berada di seberang sungai,” imbuhnya kemarin.
Namun, korban diduga tenggelam setelah warga melihat alat semprot pertanian milik korban tersangkut di semak-semak sekitar sungai. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana