RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sepanjang peralihan tahun 2024 menuju 2025, Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas seismik yang ditandai dengan erupsi dan tremor. Puncaknya terasa pada Kamis (2/1), dengan erupsi terekam 10 kali sejak pagi hingga tengah hari.
Terhitung sejak awal tahun (1/1), Gunung Semeru telah mengalami 21 kali erupsi. Hanya saja, dalam kebanyakan kasus erupsi pada hari pertama, letusan gunung di perbatasan Lumajang-Malang tersebut tidak nampak secara kasat mata.
Dari 21 erupsi tersebut, sepuluh diantaranya terjadi pada Kamis sejak dini hari hingga tengah hari. Erupsi pertama terjadi pada pukul 00:57 WIB.
“Visual letusan tidak teramati, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm,” jelas Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Ghufron Alwi yang berjaga pada periode tersebut. Pada dini hari, rerata erupsi berlangsung dengan durasi dua hingga dua setengah menit.
Seiring terbitnya matahari, intensitas erupsi Gunung Semeru mulai nampak pada pukul 07:57 dan 08:51 WIB, sehingga status Waspada II dicanangkan. “Tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 1200 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara,” jelas Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto A.P.
Karena itu, masyarakat setempat diminta waspada dan menghindari aktivitas di area gunung. “Masyarakat direkomendasikan tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak. Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 3 km dari puncak untuk menghindari lontaran batu pijar,” papar Liswanto.
“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang besuk karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak,” tambah Liswanto.
Selain Besuk Kobokan, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lahar pada anak-anak sungai tersebut. Selain itu, guguran awan panas, lahar dan guguran lava juga berpotensi menghampiri Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Hingga pukul 11.37 WIB, Gunung Semeru masih mengalami erupsi. Hanya saja, letusan gunung kembali tidak terlihat secara kasat mata. (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana