LAMONGAN, Radar Lamongan - Polres Lamongan terus melakukan penyelidikan terkait meninggalnya AR, 13, siswi SDN 1 Karanggeneng. Korban meninggal akibat pankreasnya retak saat bermain bersama temannya.
‘’Atas kejadian tersebut, tentunya anggota sudah memintai beberapa saksi,’’ tutur Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP I Made Suryadinata kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (5/5).
Petugas telah memintai keterangan sembilan saksi, Sabtu (5/5). Meliputi kepala sekolah, wali kelas, dan saksi anak-anak di tempat kejadian perkara (TKP). Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum kejadian korban bergurau dengan temannya. Yakni membenturkan bahu dengan bahu, lalu korban menarik jilbab temannya hingga lepas.
Setelah itu, korban berjalan cepat untuk menghindari temannya. Nahas korban terpeleset dalam keadaan tengkurap. ‘’Dari situlah, guru telah membawa korban ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pengobatan terlebih dulu,’’ imbuhnya.
Insiden korban terjatuh tersebut terjadi pada Tanggal 19 Februari 2024 lalu. Setelah terjatuh, korban dibawa ke puskesmas terdekat dan langsung dibawa pulang. Keesokan harinya, korban dibawa ke RSML dan dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya.
Setelah menjalani perawatan beberapa saat, korban akhirnya meninggal dunia pada Tanggal 11 Maret 2024. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami luka di bagian pankreas akibat benturan.
Awalnya, pihak keluarga korban menunggu itikad baik dari pihak sekolah maupun keluarga teman korban. Namun, keluarga merasa tidak ada itikad baik dari yang bersangkutan, hingga akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Lamongan. (mal/ind)
Editor : Hakam Alghivari