BLORA, Radar Bojonegoro - Tergerus derasnya air hujan, tebing talud sekitar jembatan penghubung antara Desa Nglanjuk-Sumberpitu, Kecamatan Cepu longsor pada Selasa lalu (2/4). Jika tidak segera ditangani, maka diprediksi longsoran bakal meluas dan berdampak pada putusnya jembatan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Agung Triyono menerangkan, titik longsoran berada di bawah jembatan anak sungai Kalidari turut Desa Nglanjuk. Sebelumnya, tebing sungai tersebut di talud untuk memperkuat sisi kanan dan kiri jembatan.
Namun, akhirnya terjadi longsoran. Longsoran terjadi karena Dasar tebing talud jembatan tergerus arus sungai Kalidari, saat itu hujan lebat,” ungkapnya. Triyono menjelaskan, longsoran terjadi pada sisi kanan dan kiri jembatan masing-masing 50 meter dan lebar 5 meter.
Akibat gerusan sungai Kalidari itu mengancam akses jalan dan jembatan jalan poros desa dan jalan kabupaten di Desa Nglanjuk-Sumberpitu. ’’Potensi longsoran diprediksi meluas. Karena musim hujan masih terjadi,” katanya.
Guna menindaklanjuti tersebut, BPBD koordinasikan penanganan lebih lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Blora terkait penanganan jembatan.
Abdul Rozaq salah satu warga Nglanjuk mengatakan, jembatan tersebut merupakan akese utama yang menghubungkan Desa Nglanjuk dengan Desa Sumberpitu. Ia berharap segera ada penanganan longsoran. ’’Semoga cepat diperbaiki,” katanya. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari