BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Api dari tungku merembet ke lima rumah di Desa Pomahan, Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Kebakaran Senin (31/7) tersebut bermula dari api tungku.
Musim kemarau rawan terjadi kebakaran, sehingga warga harus harus ekstra waspada. Diduga api berawal dari aktivitas memasak, seluruh perabotan beserta rumah berukuran 8x12 meter itu tinggal kenangan.
Bahkan api sempat membesar dan merembet ke empat rumah tetangganya. Beruntung, bisa segera dipadamkan. Warga diminta berhati-hati saat menyalakan api dari tungku saat memasak. Mematikan api sebelum ditinggal.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Achmad Gunawan mengatakan, kebakaran yang terjadi dari aktivitas memasak sempat merembet ke empat rumah lain.
Kebakaran paling parah di rumah Lasiran, rumah serta isinya ludes terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp 70 juta. ‘’Penyebabnya api dari tungku yang ditinggal keluar saat memasak, sehingga terjadi kebakaran," ungkapnya.
Sementara empat rumah lain, meliputi rumah Parto yang terbakar 25 persen di bagian dinding. Rumah milik Lasmi, yang terbakar bagian dinding dan perabotan. Lalu, rumah milik Imam Syafi’i yang terbakar 25 persen.
Kerugian materil ketiganya masing-masing ditaksir Rp 5 juta rupiah. Kemudian rumah Masudi, yang terbakar di bagian dapur dan perabotan dengan total kerugian Rp 15 juta.
Kepala Dusun Godang, Desa Pomahan Agus sulistiawan melihat kebakaran terjadi sekitar di RT 17 RW 8 desa setempat, kemudian melapor ke damkar sekitar pukul 8.55 WIB, sebelum Damkar Pos Baureno menuju tempat kejadian beserta 1 truk pemadam dan 1 truk tangki air. Kebakaran tersebut berhasil dipadamkan sebelum menghanguskan empat rumah lain.
‘’Kebakaran dapat di padamkan sekitar pukul 10.08 WIB,” ungkapnya. (dan/msu)
Editor : M. Yusuf Purwanto