65 Siswa SDN Jetak, Blora Belajar di Rumah Warga

Achmad Syaeroyzi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 07:41 WIB
BELAJAR DI RUMAH WARGA : Para siswa SDN Jetak ini tidak bisa belajar di ruang kelas karena ada revilatisasi. (ROZI/RADAR BOJONEGORO)
BELAJAR DI RUMAH WARGA : Para siswa SDN Jetak ini tidak bisa belajar di ruang kelas karena ada revilatisasi. (ROZI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sebanyak 65 siswa SD Negeri Jetak, Kecamatan Kunduran, menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di tiga rumah warga selama gedung sekolah direvitalisasi.

Kepala SD Negeri Jetak, Ngatmin, mengatakan, pemindahan lokasi belajar dilakukan karena sebagian besar bangunan sekolah dibongkar dalam program revitalisasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tahun 2026. Langkah tersebut diambil agar proses pembelajaran tetap berlangsung sekaligus menjamin keselamatan siswa selama proyek berjalan.

"Yang terpenting anak-anak tetap bisa belajar dengan aman selama pembangunan berlangsung," ujarnya.

Baca Juga: Belasan Siswa SDN Sendangrejo Diduga Keracunan Menu MBG

Tak hanya SD Negeri Jetak, taman kanak-kanak (TK) yang berada di kompleks sekolah juga ikut memindahkan kegiatan belajar ke balai desa yang berada di samping sekolah.

Ngatmin menjelaskan, penggunaan tiga rumah warga sebagai ruang kelas sementara merupakan hasil kesepakatan dengan masyarakat sekitar. Dukungan warga dinilai sangat membantu sehingga proses pembelajaran tidak terhenti selama revitalisasi berlangsung.

"Alhamdulillah, warga sangat membantu sehingga pembelajaran tetap bisa berlangsung," katanya.

Di tengah proses pembangunan, jumlah peserta didik SD Negeri Jetak justru mengalami peningkatan pada tahun ajaran 2026/2027. Saat ini, sekolah memiliki 65 siswa, bertambah dari adanya peserta didik baru serta murid pindahan dari Semarang dan Tangerang.

"Semoga ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan," tuturnya.

Baca Juga: Regrouping SDN di Blora: Siswa Mulai Boyongan, Kejelasan Dana BOS Masih Mengambang

Sementara itu, penanggung jawab lapangan revitalisasi, Suparman, menjelaskan bahwa pekerjaan meliputi rehabilitasi enam ruang kelas, ruang administrasi, penataan lingkungan sekolah, serta perbaikan toilet.

Ia berharap revitalisasi tersebut dapat menghadirkan lingkungan belajar yang lebih representatif, aman, dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

"Harapannya setelah selesai, fasilitas sekolah menjadi lebih layak dan nyaman digunakan untuk belajar," pungkasnya. (ozi/zim)

 

 

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
SD neggeri jetak Kabupaten Blora Pendidikan Siswa blora