Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belasan Siswa SDN Sendangrejo Diduga Keracunan Menu MBG

A
Penulis: Achmad Syaeroyzi❯
DUGAAN KERACUNAN: Salah satu murid SDN Sendangrejo yang dirawat Puskesmas Ngawan akibat diduga keracunan susu MBG.
DUGAAN KERACUNAN: Salah satu murid SDN Sendangrejo yang dirawat Puskesmas Ngawen akibat diduga keracunan susu MBG.

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, diwarnai insiden dugaan keracunan makanan, Senin (20/7). Sebanyak 19 siswa mengalami keluhan mual, muntah, dan sakit perut usai menyantap menu MBG. Seluruhnya langsung dievakuasi ke Puskesmas Ngawen untuk mendapatkan penanganan medis.

Pantauan di Puskesmas Ngawen sekitar pukul 09.30 WIB, sejumlah siswa tampak menjalani perawatan di ruang observasi. Mereka didampingi orang tua dan guru sambil menunggu kondisi kesehatan membaik.

Guru SDN Sendangrejo, Nova Dwi, menjelaskan makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti tiba di sekolah sekitar pukul 07.00. Namun, pembagian kepada siswa baru dilakukan setelah pelaksanaan upacara.

Advertisement

"Setelah selesai upacara, makanan langsung dibagikan. Tidak lama kemudian beberapa anak mulai mengeluh mual, sakit perut, bahkan ada yang muntah berulang kali," ujarnya.

Menurut Nova, pihak sekolah segera mengambil langkah cepat dengan membawa para siswa yang mengalami gejala ke Puskesmas Ngawen. Total ada 19 siswa dari kelas III, IV, dan V yang mendapatkan penanganan medis.

Advertisement

"Kami tidak ingin mengambil risiko, sehingga anak-anak yang menunjukkan gejala langsung kami antar ke puskesmas untuk diperiksa," katanya.

Ia mengungkapkan, sebelum makanan dibagikan, guru sempat mencicipi menu dan tidak menemukan kejanggalan. Namun setelah muncul keluhan dari siswa, ditemukan beberapa ompreng yang mengeluarkan bau tidak sedap. Selain itu, terdapat dugaan susu kemasan yang disajikan bermasalah.

Menu MBG yang dibagikan hari itu terdiri atas nasi, telur utuh, tempe campur kacang, anggur, dan susu cokelat kemasan.

Sebagai langkah antisipasi, distribusi makanan langsung dihentikan. Susu yang diduga menjadi penyebab diamankan oleh pihak SPPG, sedangkan makanan lainnya disita petugas kesehatan sebagai sampel untuk keperluan pemeriksaan.

"Orang tua siswa juga langsung kami hubungi agar mengetahui kondisi anak-anak mereka," imbuh Nova.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Jangan Abaikan Tanda Ini pada Mobil, Bisa Jadi Awal Kerusakan Serius

Jangan Abaikan Tanda Ini pada Mobil, Bisa Jadi Awal Kerusakan Serius

Jangan abaikan tanda-tanda aneh pada mobil, terutama jika setir mulai bergetar, kendaraan menarik ke satu sisi, pedal rem berubah, ban kehilangan tekanan, atau muncul bunyi dan bau yang sebelumnya tidak ada. Gejala tersebut bisa menjadi pet

Penyebab Keracunan Siswa SDN di Blora Terungkap, Hasil Lab Terdapat Bakteri pada Menu MBG

Penyebab Keracunan Siswa SDN di Blora Terungkap, Hasil Lab Terdapat Bakteri pada Menu MBG

Penyebab keracunan di SDN 1 Tutup dan SDN 3 Tutup, Kecamatan Tunjungan beberapa waktu lalu akhirnya terungkap. Hasil uji laboratorium menunjukkan jika menu makan bergizi gratis (MBG) terdapat bakteri.

Polres dan Dinkes Lakukan Penyelidikan, Dugaan Keracunan MBG, Belasan Siswa SDN 1 Tutup Sakit Perut

Polres dan Dinkes Lakukan Penyelidikan, Dugaan Keracunan MBG, Belasan Siswa SDN 1 Tutup Sakit Perut

Insiden dugaan keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Blora, belum sepenuhnya reda. Pada Jumat (2/10), dua siswa tidak masuk sekolah karena masih mengalami keluhan kesehatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer