Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bojonegoro Belum Memiliki Gedung, Siswa Sekolah Rakyat Dititipkan di Tuban

Yana Dwi Kurniya Wati • Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00 WIB
Agus Susetyo Hardiyanto, Kepala Dinsos Bojonegoro
Agus Susetyo Hardiyanto, Kepala Dinsos Bojonegoro

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojoneoro jauh lebih tinggi dibanding Kabupaten Tuban.

Namun, sebanyak 60 pelajar sekolah rakyat (SR) di tahun ajaran baru 2026/2027 dititipkan di Tuban.

Alasannya, Bojonegoro belum memiliki gedung permanen untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM) SR.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto mengatakan, seluruh pelajar kelas 10 SMA itu telah diberangkatkan ke Tuban untuk sementara waktu.

Baca Juga: Dinsos P3A Bakal Usulkan Tambahan Rombel Sekolah Rakyat Menengah Atas 18

"Sebanyak 60 anak setingkat SMA sementara ditampung di SRMA (sekolah rakyat menengah atas) Tuban, karena di sana (Tuban) sudah tersedia gedung permanen," ujar pria akrab disapa Antok itu.

Ia menjelaskan, penitipan pelajar di Kabupaten Tuban itu dilakukan karena pembangunan SR di Bojonegoro belum dapat dimulai.

Pemerintah kabupaten (pemkab) masih menyelesaikan proses pengadaan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan sekolah di Kecamatan Kedewan. 

"Di Bojonegoro masih dalam proses pengadaan tanah. Rencananya SR dibangun di Kecamatan Kedewan," katanya.

Antok menambahkan, seluruh pelajar yang dititipkan di Tuban merupakan hasil seleksi dari keluarga prasejahtera yang masuk desil 1 dan 2.

Penempatan sementara itu disebut merupakan arahan dari kementerian sosial (kemensos) agar proses pendidikan tetap berjalan sambil menunggu fasilitas siap digunakan. 

"Penitipan ini merupakan arahan dari pemerintah pusat karena Tuban sudah memiliki gedung SR yang siap digunakan," imbuh dia.

Sementara itu, pembangunan gedung SR masih terkendala proses pembebasan lahan tambahan. Pemkab menarget pembangunan dapat rampung pada 2027.

Baca Juga: DLH Blora Cari Lahan Pengganti TPS Balun Jelang Pembangunan Sekolah Rakyat Cepu

Menurut Antok, untuk angkatan pertama pada tahun ajaran sebelumnya sebanyak 100 siswa masih menjalani KBM di gedung pusat pendidikan dan pelatihan (pusdiklat) milik badan kepegawaian, pendidikan, dan pelatihan (BKPP). 

"Pemkab sebenarnya sudah memiliki lahan. Namun, luasnya masih kurang, sehingga saat ini masih dilakukan pembebasan lahan tambahan. Nantinya, siswa yang sementara di Tuban akan kembali ke Bojonegoro setelah gedung SR selesai dibangun," pungkasnya. (yna/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
sekolah rakyat menengah atas BKPP dinsos bojonegoro bojonegoro Sekolah Rakyat