Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tahun Ajaran Baru, Sekolah Diminta Ciptakan Lingkungan Aman dan Ramah

M. Irvan Romadhon • Senin, 13 Juli 2026 | 08:15 WIB
CERIA: Anak TK sedang bermain di taman sekolah. Hari ini (13/7), para siswa sudah kembali masuk sekolah serta memasuki tahun ajaran baru. (M. IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)
CERIA: Anak TK sedang bermain di taman sekolah. Hari ini (13/7), para siswa sudah kembali masuk sekolah serta memasuki tahun ajaran baru. (M. IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tahun ajaran baru 2026/2027 resmi dimulai pada hari ini (13/7). Memasuki hari pertama sekolah, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro–Tuban menekankan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramah dan bebas dari perundungan. Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro mengajak para ayah meluangkan waktu mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabdindik Jawa Timur Wilayah Bojonegoro–Tuban, Maskun, mengatakan hari pertama sekolah harus menjadi awal bagi peserta didik untuk membangun mimpi, menambah ilmu, memperluas pergaulan, serta membentuk karakter yang kuat.

Baca Juga: Mencegah Seks Bebas dan Kehamilan Remaja: Langkah Nyata Melindungi Masa Depan Anak Sekolah

Ia meminta seluruh siswa mengikuti rangkaian MPLS dengan semangat, disiplin, dan rasa ingin tahu.

"MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan sekolah, tetapi menjadi langkah awal untuk mengenal budaya belajar yang positif, menghargai keberagaman, serta membangun karakter sebagai bekal meraih masa depan," ujarnya.

Maskun menegaskan, seluruh peserta didik harus ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah, dan inklusif. Siswa juga diingatkan untuk menghormati guru, menyayangi teman, serta menjauhi segala bentuk perundungan (bullying), kekerasan, diskriminasi, maupun tindakan lain yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Baca Juga: Dewan Pendidikan Bojonegoro Bangun Sinergi dengan Pemkab, Bahas Roadmap hingga Anak Tidak Sekolah

Sekolah diminta menanamkan budaya integritas dalam kehidupan sehari-hari, seperti bertanggung jawab, menepati janji, mematuhi aturan, serta berani mengakui dan memperbaiki kesalahan. Sekolah diharapkan menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan mampu menumbuhkan semangat belajar bagi seluruh peserta didik.

Pada hari pertama sekolah juga akan dilaksanakan Deklarasi Lingkungan Pendidikan Bebas Rokok Elektronik. Melalui deklarasi tersebut, peserta didik diajak menjaga lingkungan sekolah tetap sehat dengan tidak menggunakan maupun membawa rokok elektronik (vape) ke lingkungan sekolah.

"Pilihan hidup sehat merupakan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan masa depan. Sekolah harus menjadi ruang yang bersih, sehat, dan bebas dari perilaku yang membahayakan kesehatan maupun mengganggu proses pembelajaran," tegasnya.

Baca Juga: Kekosongan KS Mengurangi Mutu Pendidikan: DPRD Bojonegoro Desak Pengisian Disdik Pastikan Proses di BKN

Maskun berharap berbagai deklarasi dan penyuluhan yang diberikan pada hari pertama sekolah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi komitmen moral yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Mari bersama-sama mewujudkan sekolah yang berkarakter, berprestasi, berintegritas, sehat, aman, serta bebas dari perundungan maupun rokok elektronik sebagai fondasi menuju Generasi Emas Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, mengajak seluruh warga sekolah, mulai kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga peserta didik, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang saling menghargai, menjunjung tinggi gotong royong, disiplin, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.

Anwar juga meminta seluruh satuan pendidikan formal melaksanakan Surat Edaran Bupati Bojonegoro Nomor 474/3451/412.209/2026 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah (GAMAS).

Baca Juga: Komisi C DPRD Bojonegoro Ungkap Penyebab Molornya Pencairan Beasiswa Mahasiswa

Melalui gerakan tersebut, para ayah diajak meluangkan waktu mengantar putra-putrinya pada hari pertama sekolah sebagai bentuk kasih sayang, dukungan, dan keterlibatan aktif dalam pendidikan anak.

"Kehadiran seorang ayah memberikan rasa aman, semangat, dan motivasi bagi anak dalam memulai perjalanan belajar di sekolah yang baru," tuturnya. (irv/zim)

Editor : Hakam Alghivari
bullying dinas pendidikan bojonegoro MPLS Ramah MPLS