RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 sudah dimulai. Saat ini, tahap registrasi akun sekolah yang berlangsung sejak 5 Januari hingga 26 Januari, bersamaan dengan pengisian Pangakalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang ditutup 2 Februari mendatang.
SMA dan SMK di Bojonegoro mulai melakukan sosialisasi ke siswa terkait regulasi hingga SNPMB. Juga mengumumkan daftar siswa eligible atau berhak mendaftar seleksi nasional berbasis prestasi (SNBP).
Siswa bisa mengoreksi daftar eligible, apabila terdapat kesalahan data atau nilai rapot. Terlebih penentuan siswa eligible berdasarkan nilai rapor semester 1 hingga 5.
Kepala SMAN 1 Kedungadem Masedy Masrur mengatakan, untuk minggu ini sekolah-sekolah mulai sosialisasi tentang SNPMB. Pada sosialisasi tersebut ditekankan terkait tanggal penting dalam SNPMB. Sehingga siswa tidak terlewat atau terlupa tahapan-tahapan ke depan.
Selain itu, tentang regulasi mengikuti SNBP dan seleksi nasional berbasis tes (SNBT). Juga penentuan siswa eligible berdasar nilai rapor. Hingga tips dan trik dalam memilih program studi (prodi) dan perguruan tinggi negeri (PTN) dituju.
''Sehingga memperbesar peluang siswa lolos di SNPMB," ungkapnya. Masedy menjelaskan, saat ini masa pengumuman siswa eligible. Data tersebut ditentukan oleh sekolah berdasar nilai rapor semester 1 hingga 5.
Sekolah bisa menambah prestasi khusus siswa yang bisa menambah nilai untuk masuk daftar eligible. ''Saat ini, masa sanggah daftar siswa eligible. Sehingga, memungkinkan koreksi data atau nilai yang salah," ungkapnya.
Masa sanggah siswa eligible berlangsung sejak 29 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026 mendatang. Kemudian siswa bisa mulai registrasi akun SNPMB mulai 12 Januari hingga 18 Februari mendatang.
Kepala SMAN 1 Sumberrejo Susanto mengatakan, saat ini masih tahapan finalisasi kuota eligible SNBP. Terlebih masa sanggah masih berlangsung hingga 12 Januari mendatang. Santo menjelaskan, untuk SMAN 1 Sumberrejo sudah melakukan sosialisasi ke wali siswa atau orang tua.
Agar ada persepsi yang sama antara siswa dan orang tua. Kemudian orang tua bisa melakukan pendampingan dalam menentukan pilihan prodi dan PTN. "Sinergi orang tua untuk mengawal putra putrinya agar tidak salah pilih menentukan masa depan khususnya dalam studi lanjut ke PTN," ungkapnya. (irv/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana