RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro 2025 mencapai Rp 7,8 triliun.
Namun, salah satu sekolah di Dusun Koripan, Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo belajar di bangunan berdinding kayu dan berlantai tanah.
Kepala Desa (Kades) Napis, Kecamatan Tambakrejo Mulyono mengatakan, kegiatan belajar mengajar (KBM) yang viral beberapa waktu karena kondisi bangunan berada di wilayahnya.
"Iya, itu di Dusun Koripan, Desa Napis. Kalau untuk bangunan itu baru lima bulan," katanya, Jumat (28/11).
Sebelumnya, kegiatan KBM itu digelar di salah satu rumah warga bernama Bangun. Dia menjelaskan, bangunan berdinding kayu itu dibangun hasil swadaya masyarakat, khususnya wali murid untuk memudahkan anak belajar.
Sebab, untuk menuju sekolah dasar negeri (SDN) menempuh jarak sekitar dua kilometer (KM) dengan medan sulit dilalui.
Bahkan, saat musim hujan dusun setempat terisolasi akibat luapan sungai. Sementara, akses menuju sekolah harus melewati sungai tanpa jembatan.
Sedangkan, sekolah yang berlangsung di bangunan berlantai tanah itu bukan SDN, melainkan madrasah ibtidaiyah (MI) cabang.
Tepatnya, MI Silahul Muslimin di bawah Yayasan Subulul Huda, sekolah induk berada di Dusun Daplangu. "Karena induknya di Dusun Daplangu. Itu baru berdiri tiga tahunan dan sertifikat wakaf untuk bangunan yang viral itu juga baru saja jadi," bebernya.
Saat ini, terdata sebanyak 35 pelajar melangsungkan KBM di bangunan tersebut. Rinciannya, kelas 1 sebanyak 18 siswa: kelas 2 sejumlah lima siswa; kelas 4 sebanyak enam siswa; dan kelas 5 sejumlah enam siswa. Sedangkan, kelas 3 dan 6 nihil.
"Itu yang belajar ada siswa kelas 1, 2, dan 3. Terus ide warga lingkungan yang punya anak atau wali murid swadaya membuatkan rumah (bangunan) itu," katanya. (yna/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko