Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bosda Madin Bojonegoro Langganan Cair Akhir Tahun: Pemberkasan Ditarget Selesai Akhir November, Pencairan Diprediksi Desember

M. Irvan Romadhon • Rabu, 12 November 2025 | 15:15 WIB
SANTRI CILIK: Anak-anak sedang mengaji di salah satu madrasah diniyah di Kabupaten Bojonegoro. Bosda Madin sebesar Rp 34 miliar akan segera cair.
SANTRI CILIK: Anak-anak sedang mengaji di salah satu madrasah diniyah di Kabupaten Bojonegoro. Bosda Madin sebesar Rp 34 miliar akan segera cair.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COMPencairan BOS Daerah Madrasah Diniyah (Bosda Madin) atau Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) setiap tahun pencairannya selelu akhir tahun.

Saat ini, untuk anggaran 2025 masih tahap tahap pemberkasaran, ditargetkan selesai akhir November. Praktis, pencairan berlangsung pada Desember.

Tahun ini terdapat 1.193 lembaga madin yang mengajukan bosda tersebut. Besaran anggaran BPPDGS sebanyak Rp 34 miliar (M). Terdiri dari Rp 27 M dari APBD Bojonegoro dan Rp 7 M dari APBD Jawa Timur.

Kabid Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Anak Usia Dini (PNF PAUD) Rasmadi mengatakan, tahapan BPPDGS saat ini sudah pemberkasan. Kemudian proses pencairan.

Akhir November ini pemberkasan ditargetkan selesai. Meski begitu proses untuk memeriksa berkas pengajuan membutuhkan waktu. Terlebih jumlah lembaga mengajukan banyak. Sementara tenaga terbatas.

‘’Tidak ada kendala hanya butuh waktu untuk memeriksa,” ujarnya.

Ilustrasi Pengajuan Bosda Madin di Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi Pengajuan Bosda Madin di Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

Menurut Rasmadi BPPDGS atau bosda madin diberikan untuk mencegah siswa putus sekolah pada jenjang madin. Lalu membantu siswa yang mengalami kesulitan memperoleh layanan pendidikan. Akibat kondisi ekonomi, geografis, demografi, gender, hingga sosial budaya.

Selain itu, bosda tersebut bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) pada jenjang Pendidikan Dasar (Dikdas).

Serta meningkatkan kualitas pembalajaran, keimanan dan ketaqwaan siswa, hingga meningkatkan kesejahteraan ustadz atau guru.

‘’Meningkatkan motivasi mengajar dan kinerja ustadz atau guru. Juga berdampak meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM),” terangnya. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Jawa Timur #bosda madin #bosda #guru swasta #Pendidikan #madrasah #Pencairan #apbd #BOS #PNF #bojonegoro #Pendidikan Diniyah