RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pencairan BOS Daerah Madrasah Diniyah (Bosda Madin) atau Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) setiap tahun pencairannya selelu akhir tahun.
Saat ini, untuk anggaran 2025 masih tahap tahap pemberkasaran, ditargetkan selesai akhir November. Praktis, pencairan berlangsung pada Desember.
Tahun ini terdapat 1.193 lembaga madin yang mengajukan bosda tersebut. Besaran anggaran BPPDGS sebanyak Rp 34 miliar (M). Terdiri dari Rp 27 M dari APBD Bojonegoro dan Rp 7 M dari APBD Jawa Timur.
Kabid Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Anak Usia Dini (PNF PAUD) Rasmadi mengatakan, tahapan BPPDGS saat ini sudah pemberkasan. Kemudian proses pencairan.
Akhir November ini pemberkasan ditargetkan selesai. Meski begitu proses untuk memeriksa berkas pengajuan membutuhkan waktu. Terlebih jumlah lembaga mengajukan banyak. Sementara tenaga terbatas.
‘’Tidak ada kendala hanya butuh waktu untuk memeriksa,” ujarnya.
Menurut Rasmadi BPPDGS atau bosda madin diberikan untuk mencegah siswa putus sekolah pada jenjang madin. Lalu membantu siswa yang mengalami kesulitan memperoleh layanan pendidikan. Akibat kondisi ekonomi, geografis, demografi, gender, hingga sosial budaya.
Selain itu, bosda tersebut bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) pada jenjang Pendidikan Dasar (Dikdas).
Serta meningkatkan kualitas pembalajaran, keimanan dan ketaqwaan siswa, hingga meningkatkan kesejahteraan ustadz atau guru.
‘’Meningkatkan motivasi mengajar dan kinerja ustadz atau guru. Juga berdampak meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM),” terangnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana