RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bekas bangunan SDN 1 Panolan, Kedungtuban sudah 5 tahun tidak terawat dan terbengkalai. Warga berharap gedung yang terbengkalai tersebut difungsikan. Dinas Pendidikan (Disdik) tidak mempunyai kewenangan, karena sudah diserahkan kepada pemerintah desa (Pemdes).
Wawan, warga Desa Panolan Kecamatan Kedungtuban mengatakan, kondisi bangunan tersebut memang memprihatinkan. Tidak terurus dan terbengkalai.
"Sangat disayangkan sebenarnya namun kami sebagai warga juga tidak bisa berbuat banyak, eman-eman," ucapnya.
Ia berharap bangunan tersebut tidak dibiarkan dan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan positif. Sehingga, bisa lebih bermanfaat dan memberikan kontribusi terhadap kemajuan Desa Panolan.
"Ya, kalau kami inginnya bekas gedung sekolah tersebut bisa dimanfaatkan sehingga lebih memberikan manfaat dan tidak terkesan horor karena tidak ada lampu yang menerangi apalagi sekarang kondisinya sudah dipenuhi oleh semak belukar," terangnya.
Sekretaris Disdik Blora Nuril Huda membeberkan, gedung tersebut memang sudah tidak difungsikan lagi sebagai tempat pendidikan sekitar 5 tahun yang lalu. Sekolah sudah tidak beroperasional karena sudah tidak sehat. Kalah dengan sekolah-sekolah swasta di sekitarnya.
“Sehingga sekolah tersebut terpaksa di merger ketika itu," jelasnya.
Menurutnya ketika bangunan tidak digunakan, pihak desa meminta bangunan tersebut. Sebab, lahan tempat berdirinya bangunan SDN 1 Panolan berada di tanah desa sehingga direncanakan akan digunakan dan dianfaatkan oleh pihak desa.
"Karena sudah diminta pihak desa kami sudah tidak memonitor lagi keadaan dan kondisi bangunan yang ada di sekolah tersebut hingga saat ini," tambahnya. (luk/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana