RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM- SMAN 1 Kasiman selama 25 tahun berkembang secara konsisten memperbaiki kualitas mutu pendidikannya dengan menawarkan berbagai program yang selaras dengan visi dan misi sekolah.
Mewujudkan peserta didik yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, ketrampilan, dan berbudaya lingkungan yang memiliki karakter profil pelajar Pancasila adalah visi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan perkembangan zaman.
Hal inilah yang menjadikan SMAN 1 Kasiman secara terus menerus berusaha memberikan pelayanan yang berkualitas bagi siswa dan juga masyarakat pada umumnya.
Setiap siswa yang bergabung dengan SMAN 1 Kasiman memiliki potensi yang bisa dikembangkan. Pengembangan potensi siswa dirancang dalam suatu program peningkatan kualitas mutu pendidikan. Peningkatan kualitas mutu pendidikan tersebut antara lain dengan memperbaharui kualitas sarana dan prasarana yang lebih representatif. Perbaikan ruang kelas dan pembangunan ruang kelas baru diharapkan mampu menambah kenyamanan peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
SMAN 1 Kasiman juga rutin melaksanakan In House Training (IHT) dan aktif mendorong tenaga pendidik untuk mengikuti kegiatan seminar, workshop, dan webinar guna meningkatkan kemampuan profesional dan pedagogisnya.
Sehingga di kelas peserta didik dapat memahami ilmu pengetahuan yang sesuai dengan muatan kurikulum, berprestasi akademik, dan memiliki modal pengetahuan yang mumpuni untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri ataupun swasta.
Program Double Track
Penguasaan teknologi bagi siswa SMAN 1 Kasiman juga menjadi fokus karena kemampuan memahami teknologi menjadi kebutuhan esensial bagi peserta didik. Peserta didik harus mampu memanfaatkan beragam perangkat serta aplikasi digital secara efektif sebagai sumber belajar, akses informasi, dan kemampuan literasi.
Untuk meningkatkan kemampuan IT bagi siswa, SMAN 1 Kasiman memiliki program DT (Double Track) dengan program keahlian Multimedia Desain Grafis dan Digital Skill yang keduanya bekerja sama dengan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Program yang sudah berjalan tiga tahun ini merujuk pada pembekalan pemahaman teknologi kepada peserta didik dan kemampuan menggunakan teknologi, sehingga mereka siap memiliki pilihan karir setelah lulus, baik bekerja maupun berwirausaha secara mandiri, ataupun melanjutkan ke perguruan tinggi.(*)
Editor : M. Nurkhozim