RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pengambilan PIN SPMB menyisakan waktu tiga hari atau di tutup 13 Juni mendatang. Jumlah pengambilan PIN di setiap sekolah berbeda-beda.
Namun jumlah pengambilan PIN tidak menjadi patokan jumlah pendaftar SPMB nantinya. Terlebih pendaftar bisa mengambil pin di SMA/SMK terdekat dengan rumah. Kemudian nantinya mendaftar ke sekolah tujuan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Hidayat Rahman mengatakan pendaftar dipersilahkan mengambil PIN di sekolah terdekat.
Sehingga ketika di salah satu lembaga antara pagu dan jumlah pengambilan PIN masih berbeda, belum tentu dalam pendaftar nanti pagu tak terisi.
"Pendaftar SPMB dimulai 16 Juni mendatang," jelasnya.
Rahman menjelaskan pada saat pendaftaran, pendaftar bisa mendaftar dari mana saja. Contoh ketika pendaftar mengambil PIN di sekolah A, bisa mendaftar di sekolah B. Sehingga ketika pendaftar berlangsung pengambil PIN di suatu sekolah akan tersebar ke sekolah lain.
"Hanya pengambilan PIN di sekolah terdekat," terangnya.
Kepala SMKN 3 Bojonegoro Firman Andik mengaku memahami antusiasme yang tinggi dalam pengambilan PIN SPMB.
Namun, perlu ditegaskan bahwa jumlah PIN yang diambil atau diverifikasi tidak serta merta menjadi patokan langsung dalam pemenuhan pagu (kuota) penerimaan murid baru.
Proses SPMB memiliki beberapa tahapan seleksi yang harus dilalui setelah pengambilan PIN dan verifikasi.
Tahapan tersebut meliputi pendaftaran online, hingga proses seleksi berdasarkan jalur pendaftaran yang dipilih.
"Setiap calon peserta didik yang telah berhasil mendapatkan dan memverifikasi PIN masih harus melalui proses pendaftaran dan seleksi sesuai dengan jalur dan persyaratan yang berlaku," ungkapnya.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh calon siswa dan orang tua/wali untuk memahami alur dan jadwal SPMB secara menyeluruh yang telah ditetapkan oleh Disdik Jawa Timur.
Kemudian melengkapi seluruh persyaratan pendaftaran pada setiap tahapan. Juga memantau informasi resmi mengenai hasil seleksi melalui kanal-kanal yang telah disediakan.
"Kami berkomitmen untuk menjalankan proses SPMB ini secara transparan dan
akuntabel. Kami berharap seluruh calon murid baru dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya di setiap tahapan," jelasnya.
Kepala SMAN 1 Bojonegoro Wiwik Widowati mengatakan belum tentu pendaftar yang mengambil PIN di satu sekolah terbanyak akan mendaftar di sekolah tersebut. Terlebih masih ada sekolah pilihan pertama, kedua, hingga ketiga.
"Mungkin ketika tidak diterima di sekolah pilihan pertama bakal masuk ke pilihan kedua hingga ketiga," jelasnya. (irv)
Editor : Muhammad Suaeb