RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro baru saja melakukan pelantikan kepala SD dan SMP. Tepatnya pada Kamis (5/6) lalu di Ruang Angling Dharma. Namun pelatikan 79 kepala sekolah tersebut semuanya mutasi, tidak ada promosi. Sehingga jumlah kekosongan kursi kepala sekolah di SD dan SMP tak berkurang.
Jumlah kekosongan kursi kepala 91 SD dan tujuh SMP tidak mengalami perubahan. Terlebih mutasi pada 76 kepala SD dan 3 kepala SMP hanya membuat kekosongan kursi bergeser dari satu lembaga ke lembaga yang lain.
Seperti SMPN 2 Bojonegoro yang sebelumnya kosong kini terisi. Namun kepala sekolah yang dimutasi ke SMPN 2 Bojonegoro berasal dari SMPN 2 Sugihwaras. Sehingga kini SMPN 2 Sugihwaras kini mengalami kekosongan. Hal tersebut terjadi di sekolah lain yang mengalami mutasi kepala sekolah kemarin.
Meski bergitu, Dinas Pendidikan (Disdik) mengklaim dalam waktu dekat ada seleksi calon kepala sekolah. Sehingga kekosongan kursi kepala sekolah bakal terisi.
Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik Bojonegoro Fatur Rohim mengatakan pelaintikan 76 kepala SD dan tiga kepala SMP hanya mutasi. Jadi tidak mempengaruhi jumlah kekosongan kursi kepala sekolah.
Rohim menjelaskan saat ini terdapat 91 SD dan 7 SMP yang mengalami kekosongan kepala sekolah. Namun dalam waktu dekat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan membuka seleksi calon kepala sekolah (CKS).
‘’Yang dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025,” ujarnya.
Terkait kepala sekolah yang dimutasi, pihaknya meminta kepala sekolah harus memiliki semangat dan energi baru. Terlebih dalam melaksanakan tugas ditempat tugas baru. Kemudian membuat target di 100 hari pertama bertugas di lembaga baru.
‘’Melalui inovasi dan terobosan, melihat dari kondisi lingkungan kerja yang baru,” ungkapnya. (irv)
Editor : Yuan Edo Ramadhana