Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ayah Sibuk Bekerja? Begini Cara Bangun Kedekatan Emosional dengan Anak di Tengah Kesibukan

Hakam Alghivari • Selasa, 27 Mei 2025 | 13:55 WIB
Ilustrasi ayah yang bermain dengan anaknya di sela kesibukan
Ilustrasi ayah yang bermain dengan anaknya di sela kesibukan

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dalam dinamika kehidupan modern, tidak sedikit ayah yang harus menjalani peran sebagai kepala keluarga sekaligus pencari nafkah dengan jarak yang memisahkan mereka dari rumah. Tuntutan pekerjaan, baik di dalam maupun luar kota, kerap membuat seorang ayah harus berjauhan dengan anak dan keluarga dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Namun, jarak bukan alasan untuk memutus kedekatan emosional antara ayah dan anak.

Kehadiran fisik mungkin terbatas, tetapi kehadiran emosional dan kasih sayang bisa tetap dihadirkan dengan berbagai cara. Justru dalam kondisi inilah, usaha lebih dibutuhkan agar ikatan antara ayah dan anak tetap terjalin kuat. Peran ayah sangat penting dalam pembentukan karakter, perkembangan emosi, dan bahkan kemampuan kognitif anak. Bayi yang sering berinteraksi dengan ayahnya diketahui memiliki kemampuan berpikir dan sosial yang lebih baik.

Oleh karena itu, meskipun kesibukan dan jarak menjadi tantangan tersendiri, ayah tetap bisa dan seharusnya hadir dalam kehidupan anak. Melansir dari laman Parentalk, berikut beberapa cara sederhana namun bermakna agar ayah tetap bisa dekat dengan anak meskipun harus berjauhan.

1. Beri Ucapan Sayang

Mengungkapkan rasa sayang tidak harus selalu dalam bentuk hadiah atau kehadiran fisik. Kalimat sederhana seperti "Ayah sayang kamu" atau "Kamu anak hebat, Ayah bangga" memiliki dampak luar biasa bagi perasaan anak. Bahkan jika ayah pulang larut malam dan anak sudah tertidur, mencium kening anak dan membisikkan ucapan kasih sayang tetap dapat meninggalkan kesan yang mendalam.

Ucapan sayang yang konsisten dapat menumbuhkan rasa aman dan dicintai dalam diri anak. Hal ini sangat penting terutama bagi anak-anak yang masih dalam usia emas perkembangan emosinya. Dengan tahu bahwa ayahnya tetap memikirkan dan menyayanginya, anak akan merasa dihargai dan diperhatikan, meskipun ayah tidak selalu ada secara fisik.

2. Sering Mengirim Foto

Teknologi saat ini memudahkan komunikasi visual antara anggota keluarga. Ayah yang sedang berada jauh dari rumah bisa mengirimkan foto-foto kegiatan hariannya kepada anak melalui ibu atau media lainnya. Foto sederhana seperti saat makan siang, di tempat kerja, atau dalam perjalanan pulang bisa menjadi jembatan emosional yang memperkuat ikatan.

Sebaliknya, ibu di rumah juga bisa membantu mempererat hubungan ayah dan anak dengan rutin mengirimkan foto-foto anak kepada ayah. Foto anak saat bermain, belajar, atau melakukan hal-hal lucu bisa menjadi sumber kebahagiaan tersendiri bagi ayah dan memperbarui kedekatan mereka. Meski sederhana, aktivitas ini membuat anak tetap merasa “terhubung” dengan ayahnya.

3. Video Call Secara Rutin

Manfaatkan teknologi video call sebagai sarana komunikasi rutin antara ayah dan anak. Meski hanya beberapa menit, melihat wajah satu sama lain dan mendengar suara langsung bisa memperkuat kedekatan emosional. Ayah bisa mengajak anak mengobrol santai, bertanya tentang kegiatan hari ini, atau hanya sekedar menyapa dan mengucapkan rindu.

Kegiatan ini sangat berarti bagi anak, terutama ketika dilakukan secara rutin dan konsisten. Video call membantu anak merasa bahwa ayah tetap hadir dalam hidupnya, bahkan jika secara fisik tidak berada di rumah. Hal ini juga mengurangi kemungkinan anak merasa kehilangan figur ayah atau merasa jauh secara emosional.

4. Memasang Foto Ayah di Rumah

Bagi anak-anak yang masih kecil, visualisasi sangat penting dalam membentuk ingatan dan kedekatan emosional. Ibu bisa membantu menjaga kehadiran ayah dalam pikiran anak dengan memasang foto-foto ayah di rumah, terutama di kamar anak atau ruang keluarga. Ini membantu anak mengenali dan mengingat wajah ayah, sehingga tidak merasa asing saat bertemu kembali.

Langkah ini juga memberikan rasa kehadiran yang simbolik. Meskipun tidak selalu ada, anak tetap melihat dan mengingat bahwa ayah adalah bagian dari kehidupannya sehari-hari. Selain itu, ibu juga bisa menceritakan hal-hal positif tentang ayah kepada anak sambil menunjuk foto tersebut, sehingga hubungan emosional tetap terjaga.

5. Memanfaatkan Waktu Bersama Sebaik Mungkin

Saat ayah memiliki waktu luang atau pulang ke rumah, maksimalkan momen tersebut untuk membangun hubungan yang hangat dan menyenangkan dengan anak. Ajak anak bermain bersama, makan bareng, membaca buku cerita, atau bahkan hanya berbincang di kamar sebelum tidur. Aktivitas sederhana ini akan meninggalkan kenangan manis dalam ingatan anak.

Waktu singkat yang berkualitas seringkali lebih berarti daripada waktu panjang tanpa interaksi bermakna. Anak akan merasa dihargai dan penting ketika ayah benar-benar hadir secara penuh dalam momen kebersamaan. Ini juga menjadi kesempatan bagi ayah untuk memperhatikan perkembangan anak secara langsung dan memberikan dukungan emosional yang dibutuhkan.

Kehadiran ayah dalam kehidupan anak bukan hanya soal fisik, tetapi juga keterlibatan emosional. Di tengah kesibukan dan jarak yang memisahkan, seorang ayah tetap bisa menjadi sosok penting dan hangat bagi anak jika mau meluangkan waktu dan melakukan usaha kecil namun berarti. Dengan sentuhan kasih sayang, komunikasi rutin, dan perhatian yang konsisten, jarak bukan lagi penghalang untuk membangun kedekatan yang utuh antara ayah dan anak. Karena sejatinya, cinta dan perhatian tidak mengenal jarak. (oss/mgg)

 

Editor : Hakam Alghivari
#ayah #Kehadiran #pembentukan karakter #anak #Kasih Sayang #cara #peran ayah #Emosional #Bayi