PERPANJANGAN waktu pengisian PDSS telah dibuka kemarin (5/2). Pihak sekolah perlu disiplin untuk itu. Mengingat, terdapat 61 sekolah di Bojonegoro yang belum mengisi PDSS. Dan, terdapat 15 sekolah tidak menyelesaikan pengisian hingga batas akhir waktu yang diberikan, yakni 31 Januari 2025.
’’Pihak sekolah yang memiliki tanggung jawab untuk ini harus memperhatikan regulasi. Deadline dan kedisiplinan itu penting,” tegas Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro Ridlwan Hambali. Sebab, jelas dia, hal tersebut akan berdampak pada lainnya.
Mulai dari siswa yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi hingga mutu pendidikan. Untuk itu, perlu ada kesadaran terhadap kerja-kerja kolektif. Dia melanjutkan, kedisiplinan dalam menentukan waktu yang tepat maupun kedisiplinan saat melakukan tugas-tugas yang dibebankan oleh pemerintah tersebut penting.
Sehingga, ke depan perlu dibangun bersama mulai dari level paling bawah hingga atas. Untuk sama-sama meningkatkan mutu pendidikan. ’’Ayo sama-sama meningkatkan mutu pendidikan dengan melaksanakan kewajiban atau tupoksi masing-masing yang telah dibebankan kepada kita,” ucapnya.
Terpisah, Kepala SMKN Dander Molyono mengatakan, bahwa pihaknya sudah menyelesaikan kekurangan upload data pada perpanjangan waktu yang diberikan kemarin (5/2). Dari jumlah total 337 siswa kelas 12 SMKN Dander, sebanyak 134 siswa di antaranya masuk dalam kuota eligible. Namun, jumlah siswa yang berminat kuliah hanya sekitar 17 orang.
’’Alhamdulillah, tahun ini meningkat. Tahun sebelumnya hanya tujuh anak yang melanjutkan kuliah. Tahun ini, ada 17 anak berminat, jadi jatah 134 siswa eligible tidak diambil semua,’’ bebernya.
Menurutnya, siswa SMK, khususnya SMKN Dander mayoritas memang lebih berminat untuk bekerja setelah lulus. Minat untuk melanjutkan kuliah itu rendah. Setelah mendapat dorongan dan semangat dari pihak sekolah, akhirnya ada 17 anak yang semangat untuk melanjutkan kuliah tahun ini. Jadi, rerata langsung bekerja. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana