RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Jangan abaikan tanda-tanda aneh pada mobil, terutama jika setir mulai bergetar, kendaraan menarik ke satu sisi, pedal rem berubah, ban kehilangan tekanan, atau muncul bunyi dan bau yang sebelumnya tidak ada. Gejala tersebut bisa menjadi petunjuk awal masalah pada ban, rem, kaki-kaki, hingga komponen mekanis lainnya.
Persoalannya, perubahan kecil pada mobil sering dianggap sebagai hal biasa selama kendaraan masih bisa berjalan. Padahal, sejumlah gangguan justru berkembang perlahan sebelum akhirnya menyebabkan kerusakan yang lebih besar atau mengganggu kendali kendaraan.
Michelin mencatat perubahan pada respons kemudi, getaran, kendaraan yang menarik ke satu sisi, suara tidak biasa, serta perubahan kondisi ban sebagai tanda yang perlu diperiksa. Beberapa masalah bahkan tidak bisa diketahui hanya melalui pemeriksaan visual karena kerusakan internal ban dapat tersembunyi di balik permukaannya.
Baca Juga: Gila! 5 Motor Sport 2-Tak Ini Dulu Raja Jalanan, Sekarang Harganya Tembus Ratusan Juta!
Berikut tanda-tanda yang sebaiknya tidak diabaikan.
1. Setir bergetar pada kecepatan tertentu
Jika setir tiba-tiba bergetar ketika mobil mencapai kecepatan tertentu, jangan langsung menganggapnya sebagai karakter jalan.
Getaran yang muncul pada rentang kecepatan tertentu sering berkaitan dengan roda atau ban yang tidak balance. Ketidakseimbangan tersebut membuat roda berputar tidak sempurna dan dapat menimbulkan getaran yang terasa sampai ke setir.
Michelin menyebut speed-specific vibration sebagai salah satu indikasi klasik wheel imbalance. Jika balancing tidak menghilangkan getaran, pemeriksaan perlu dilanjutkan ke ban, alignment, serta komponen kemudi dan suspensi.
Masalah menjadi lebih serius jika getaran muncul setelah mobil menghantam lubang atau benda keras. Benturan dapat menyebabkan kerusakan internal ban yang tidak selalu terlihat dari luar.
Baca Juga: 5 Penyebab Konsumsi BBM Mobil Menjadi Boros, Salah Satunya Sering Diabaikan
2. Mobil terus menarik ke satu sisi
Mobil yang cenderung bergerak ke kiri atau kanan ketika setir diarahkan lurus juga patut diperiksa.
Penyebabnya tidak selalu spooring. Perbedaan tekanan angin antara ban kiri dan kanan, keausan telapak yang tidak merata, kerusakan ban, hingga masalah alignment dapat menyebabkan perubahan arah kendaraan.
Ada petunjuk yang bisa membantu membedakannya. Jika mobil menarik terus-menerus, tekanan ban dan alignment perlu dicurigai. Namun jika tarikan terutama terasa ketika pedal rem diinjak, sistem pengereman juga perlu diperiksa.
Jangan menunggu sampai setir terasa semakin sulit dikendalikan.
Baca Juga: Deretan Helm Full Face Mahal yang Dijual Resmi di Indonesia, Harganya Tembus Puluhan Juta
3. Ada benjolan pada dinding ban
Benjolan atau gelembung pada sidewall ban merupakan salah satu tanda yang paling jelas untuk tidak melanjutkan pemakaian ban tersebut.
Michelin menjelaskan, bulge atau bubble pada dinding ban umumnya menunjukkan kerusakan cord akibat benturan keras. Ketika struktur internal rusak, udara dapat masuk ke lapisan ban dan membentuk tonjolan pada dinding samping.
Kondisi ini berbeda dengan cekungan kecil tertentu yang memang dapat muncul sebagai bagian dari konstruksi ban radial.
Jika terdapat benjolan yang jelas, ban tidak dianjurkan untuk diperbaiki. Michelin merekomendasikan menggantinya dengan ban cadangan dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Mengabaikannya berarti mempertahankan komponen yang struktur internalnya sudah mengalami kerusakan.
4. Tekanan ban terus berkurang
Ban yang kehilangan tekanan secara berulang tidak seharusnya hanya ditambah anginnya setiap beberapa hari.
Baca Juga: 6 Helm Motor Paling Unik dan Nyeleneh yang Pernah Dijual, Ada yang Berbentuk Rambut Elvis
Penurunan tekanan dapat berkaitan dengan kebocoran akibat paku atau benda tajam, masalah pentil, pelek, atau bagian lain pada wheel-tire assembly. Sistem TPMS juga bukan pengganti pemeriksaan tekanan secara rutin. NHTSA menyarankan tekanan ban diperiksa setidaknya sebulan sekali dalam kondisi ban dingin.
Yang perlu diperhatikan, ban yang sempat digunakan dalam kondisi benar-benar kempis bisa mengalami kerusakan internal meskipun bagian luarnya terlihat masih baik. Michelin menyebut kerusakan pada sidewall dan carcass dapat terjadi hanya karena ban dijalankan dalam kondisi flat, sehingga ban perlu dilepas dari pelek untuk diperiksa sebelum diputuskan apakah masih layak diperbaiki.
Artinya, menambal lubang belum tentu menyelesaikan persoalan jika ban sudah sempat digunakan dalam kondisi kehilangan tekanan.
5. Muncul suara atau getaran yang sebelumnya tidak ada
Perubahan suara dan getaran layak diperhatikan, terutama jika muncul setelah mobil menghantam lubang, trotoar, atau benda di jalan.
Michelin memasukkan getaran baru, suara tidak biasa, kehilangan tekanan, dan perubahan respons kendaraan sebagai tanda yang perlu ditindaklanjuti. Kerusakan internal ban dapat terjadi tanpa meninggalkan tanda yang jelas di permukaan.
Pada kondisi tertentu, suara berulang dari ban juga dapat berkaitan dengan keausan tidak merata. Sementara itu, getaran dapat berasal dari balancing, ban, roda, atau komponen suspensi.
Baca Juga: 5 Motor Lawas 150 Cc dengan Teknologi Canggih pada Zamannya, Ada Sejak 2000-an
Karena gejala yang sama bisa memiliki penyebab berbeda, pemeriksaan fisik diperlukan untuk menentukan sumbernya.
6. Pedal rem terasa berbeda
Perubahan respons pedal rem merupakan tanda yang lebih penting daripada sekadar munculnya suara kecil dari kendaraan.
Jika pedal terasa lebih dalam, lebih lembek, atau respons pengereman tidak lagi seperti biasanya, pengemudi sebaiknya tidak menganggapnya sebagai perubahan normal.
Masalah pengereman dapat membuat kendaraan tidak merespons sebagaimana mestinya ketika pengemudi membutuhkan pengereman mendadak. Terlebih jika perubahan tersebut disertai kendaraan menarik ke satu sisi ketika rem diinjak.
Baca Juga: 5 Motor Sport 150 CC yang Dikenal Irit Bahan Bakar, Cocok untuk Aktivitas Harian
Dalam kondisi seperti itu, kendaraan sebaiknya diperiksa sebelum kembali digunakan untuk perjalanan jauh atau kecepatan tinggi.
7. Lampu peringatan menyala
Lampu peringatan di dashboard bukan sekadar hiasan indikator.
Lampu TPMS, misalnya, memberi peringatan ketika sistem mendeteksi tekanan ban berada di bawah ambang yang ditentukan. NHTSA menegaskan bahwa TPMS membantu memberi peringatan, tetapi pengemudi tetap perlu melakukan pemeriksaan tekanan secara manual secara berkala.
Begitu pula ketika lampu peringatan muncul bersamaan dengan perubahan perilaku kendaraan. Jangan hanya mematikan indikator atau menganggapnya akan hilang sendiri.
Pada beberapa kasus, indikator memang bisa berkaitan dengan gangguan sensor. Namun tanpa pemeriksaan, pengemudi tidak dapat memastikan apakah masalahnya ringan atau berkaitan dengan komponen penting kendaraan.
8. Mobil terasa berbeda setelah menghantam lubang
Ini merupakan salah satu tanda yang sering dianggap selesai setelah benturan berlalu.
Padahal, benturan keras dapat memengaruhi ban sekaligus alignment roda. Michelin menjelaskan bahwa kerusakan akibat benturan dapat mengubah cara ban menyentuh permukaan jalan, sementara alignment yang berubah dapat memengaruhi respons kemudi dan pola keausan ban.
Karena itu, jika setelah menghantam lubang mobil menjadi menarik ke satu sisi, setir berubah posisi ketika kendaraan berjalan lurus, muncul getaran, atau tekanan ban berkurang, sebaiknya jangan hanya melihat apakah ban masih berisi angin.
Pemeriksaan ban dan kaki-kaki menjadi langkah yang lebih tepat.
Baca Juga: 7 Mobil Jepang yang Terkenal Bandel, Sampai Masih Banyak Dicari Setelah 20 Tahun
Jangan menunggu sampai mobil benar-benar rusak
Salah satu kesalahan pengemudi adalah menggunakan kemampuan mobil untuk terus berjalan sebagai patokan bahwa kendaraan masih aman.
Padahal, mobil yang masih bisa berjalan belum tentu berada dalam kondisi ideal. Getaran baru, perubahan kemudi, tekanan ban yang terus turun, benjolan pada sidewall, atau perubahan respons rem merupakan perubahan dari kondisi normal yang seharusnya dicari penyebabnya.
Untuk masalah ban, Michelin menyarankan pengemudi segera mengurangi kecepatan dan mencari tempat aman untuk berhenti ketika merasakan getaran atau gangguan yang tidak biasa. Jika terdapat kerusakan pada ban, penggunaan ban cadangan lebih tepat daripada terus memaksakannya.
Terutama ketika mobil hendak digunakan di jalan tol, perjalanan jauh, atau membawa banyak penumpang, pemeriksaan kecil sebelum berangkat jauh lebih murah dibandingkan menunggu kerusakan berkembang menjadi masalah keselamatan.
Sebab, tanda awal kerusakan pada mobil sering kali tidak datang dalam bentuk suara keras atau mogok mendadak. Kadang, peringatannya justru sesederhana setir yang mulai bergetar, mobil yang sedikit menarik ke samping, atau ban yang perlahan kehilangan angin. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari