Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Galian Optik Sepanjang Blora-Jepon Disorot

A
Penulis: Achmad Syaeroyzi❯
JALUR UTAMA: Finishing galian jaringan optik dinilai belum sesuai standar dan dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)
JALUR UTAMA: Finishing galian jaringan optik dinilai belum sesuai standar dan dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM -  Galian jaringan optik di sepanjang jalur Blora-Jepon mendapat sorotan. Finishing sejumlah titik dinilai belum sesuai standar dan dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Blora, Setyono mengatakan, kondisi finishing di lapangan masih jauh dari spesifikasi. Padahal itu merupakan jalur utama lalu lintas.

‘’Faktanya di lapangan masih jauh dari spek. Ini harus diperhatikan karena bisa mengganggu pengguna jalan,” ujarnya.

Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Blora, Hadi Sutomo juga menyoroti pengamanan pekerjaan. Secara administrasi, pihaknya menyebut dokumen telah lengkap. Namun pemangku wilayah ternyata belum mengetahui adanya pekerjaan tersebut.

‘’Administrasinya lengkap. Tetapi ketika kami kroscek ke wilayah terdampak, Camat Jepon, Polsek Jepon, dan kepala desa  belum mengetahui,” katanya.

Advertisement

Untuk mengurangi risiko kendaraan terperosok, pelaksana diminta menambah material batu pada bekas galian. Banner peringatan juga akan dipasang di lokasi pekerjaan.

Anggota DPRD Blora, Santoso Budi Susetyo mengatakan, keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian utama. Sebab, galian di jalur nasional Blora-Jepon selama ini kerap dikeluhkan karena berpotensi menyebabkan kecelakaan.

‘’Kami mendengar keluhan masyarakat. Keselamatan harus menjadi prioritas. Kami ingin koordinasi agar persoalan ini segera diurai dan ada solusinya,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Teknis BBPJN Jateng-DIY, Mulyanto mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan. Pelaksana diminta memperbaiki material urukan dan memastikan bekas galian dipadatkan sesuai aturan Bina Marga.

‘’Alat pemadatan sudah turun. Kami akan cek lagi, bahkan dalam seminggu bisa tiga kali. Ditargetkan selesai September,” jelasnya.

Advertisement
Editor : Hakam Alghivari
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

 Warga Ngampon Blora Masih Harus Pikul Air Sejauh 1 Km: Penghujan, Krisis Air Belum Teratasi

Warga Ngampon Blora Masih Harus Pikul Air Sejauh 1 Km: Penghujan, Krisis Air Belum Teratasi

Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Blora. Namun, persoalan krisis air bersih belum sepenuhnya teratasi. Sebagian warga masih harus mencari air hingga ke hutan untuk memenuhi kebutuhan.

Kisah Kakek Pencari Pasir di Sumurboto: Tak Lagi Bisa Melihat, Bertaruh Nyawa di Sungai

Kisah Kakek Pencari Pasir di Sumurboto: Tak Lagi Bisa Melihat, Bertaruh Nyawa di Sungai

Di tangannya tergenggam sebatang tongkat untuk meraba jalan. Sementara di pundaknya tergantung cangkul dan ikrak, keranjang anyaman bambu tempat menampung pasir, dan sabuk hitam untuk mengikat pinggangnya agar tak terasa

Lapangan Padel di Tepi Waduk Tempuran, Jepon Blora

Lapangan Padel di Tepi Waduk Tempuran, Jepon Blora

bARU: Lapangan padel pertama di blora kini ada di tepi waduk tempuran

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer